1
EquityWorld Futures – Ketidakpastian ekonomi global membuat dolar Amerika Serikat (USD) semakin perkasa karena statusnya sebagai safe haven aset. Hal ini membuat kurs rupiah di indeks Bloomberg terjerembab 94 poin atau 0,63% ke level Rp14.914 per USD pada pukul 10.40 WIB. Awal sesi perdagangan, rupiah dibuka melanjutkan pelemahan dengan turun 42 poin menjadi Rp14.862 per USD, berbanding penutupan Senin kemarin di Rp14.820 per USD.

Mata uang NKRI merugi 95 poin atau 0,64% menjadi Rp14.905 per USD, dibanding penutupan sehari lalu di Rp14.810 per USD.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Selasa ini berada di Rp14.895 per USD, terdepresiasi 148 poin dari Rp14.747 per USD. Posisi ini merupakan yang terlemah sejak 5 November. Dan menjadikan rupiah sebagai mata uang Asia yang paling terlemah hari ini, dimana rupee India melemah 0,52%, baht Thailand merugi 0,51% dan won Korea turun 0,13%.

Dolar AS mencapai kekuatan tertinggi 16 bulan imbas ketidakpastian ekonomi global, seperti kekhawatiran kesepakatan Brexit, soal anggaran Italia antara Roma dengan Uni Eropa, rencana kenaikan suku bunga The Fed dan perlambatan ekonomi China.

Indeks USD terhadap enam mata uang utama dunia naik 0,66% menjadi 97,54. Merupakan yang tertinggi sejak Juni 2017. Hasil tersebut membuat poundsterling Inggris merosot 0,915 menjadi USD1,2856 dan euro terpukul 0,84% menjadi USD1,1239, terendah sejak Juni 2017.

“Meningkatnya ketidakpastian global dan perbedaan imbal hasil obligasi AS yang melebar dengan negara lain, serta kenaikan suku bunga telah memberikan dukungan terhadap dolar”.

EquityWorld Futures