Poundsterling menanjak ke level terkuat 16 bulan terhadap Euro menjelang laporan inflasi kuartalan yang akan disampaikan oleh Gubernur BOE, Mark Carney. Pada dasarnya ada dua peristiwa ekonomi yang akan mengguncang pergerakan pair-pair dengan Poundsterling hari ini.
Pertama adalah laporan ketenagakerjaan Inggris.

Ketika data ketenagakerjaan negara ini dilaporkan cerah, maka ekonomi Inggris pun segera meningkat. Jumlah orang yang mengajukan klaim pengangguran pada bulan Maret menurun drastis di bawah ekspektasi. Sehingga, persentase tingkat pengangguran pun menurun dari 7.2% menjadi 6.9%.

Berdasarkan hal itu, Mneteri Keungan Inggris, George Osborne, pun menyatakan bahwa rencana ekonomi yang telah dicanangkan oleh pemerintah mulai terbukti efektif. Untuk bulan April ini, tingkat pengangguran diharapkan akan menurun ke angka 6.8%. Dan apabila tercapai, maka GBP/USD diperkirakan dapat melanjutkan uptren-nya. Selain itu, GBP/JPY juga diperkirakan dapat mencapai break dalam uptren-nya.

Kedua, laporan inflasi BOE.

BOE akan memberikan kepastian sinyal pada hari Rabu ini yang menyatakan bahwa suku bunga acuan akan dinaikkan sebelum pemilu tahun depan. Dengan perekonomian Inggris yang terus menunjukkan gairah prtumbuhan yang begitu cepat tahun ini, Carney diharapkan dapat emmenuhi ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga di kuartal pertama 2015.

Data terakhir mengenai inflasi Inggris menggambarkan bahwa pertumbuhan Inggris memang tengah naik, namun target inflasi BOE 2% tampaknya belum akan tercapai. Oleh karena itulah, Carney mengklaim adanya hambatan yang cukup berbahaya dalam evaluasinya terhadap progres perekonomian Inggris. Terakhir, jangan lupa untuk mencatat bahwa segala pernyataan Carney akan membuat pergerakan Poundsterling sangat sensitif.