Equityworld Futures – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) pada semester I tahun 2016 ini sudah berhasil mencapai target kontrak baru sebesar 24.4 persen dari keseluruhan jumlah target kontrak tahun ini yakni senilai Rp 6.1 triliun. Perolehan emiten berkode ADHI tersebut serupa dengan pencapaian pada semester I tahun 2015 lalu.

ADHI

 

Hingga bulan Juli ini, PT Adhi Karya Tbk sudah ditetapkan sebagai perseroan yang berhak menggarap proyek senilai Rp 1.4 triliun. Direktur Keuangan ADHI, Harris Gunawan menyatakan, perusahaan juga sudah mendapatkan kontrak dengan penawaran terendah yaitu Rp 654 miliar. Selain itu, ia menjelaskan, capaian kontrak baru diperoleh dari proyek pembangunan BUMN dengan porsi 50 persen lebih. Harris Gunawan juga meyakini bahwa perolehan kontrak baru di semester II nanti akan meningkat mengingat serapan APBN akan lebih banyak lagi.

Percepat Rencana Rilis Obligasi

Emiten konstruksi ADHI juga berencana akan mempercepat langkahnya untuk merilis obligasi tahun ini karena ingin memanfaatkan adanya kebijakan tax amnesty. Disamping hal tersebut, tujuan rilis obligasi ini adalah untuk belanja modal serta refinancing obligasi jatuh tempo tahun depan yang sebesar Rp 500 miliar.

Emiten ADHI nantinya akan menerbitkan obligasi yang jika bisa akan memerlukan kupon lebih murah daripada pinjaman dari bank. Besaran obligasi yang akan dirilis adalah sebesar Rp 5.5 miliar karena modal akan dimanfaatkan untuk modal kerja untuk pengerjaan proyek light rail transit (LRT). Rencananya obligasi LRT bisa mencapai Rp 3 triliun, tapi final nilai obligasi tersebut tergantung pada kupon. – Equity world Futures