Jakarta (ANTARA News) – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku belum mengucapkan selamat kepada Joko Widodo (Jokowi) atas kemenangannya dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014.

“Belum mengucapkan, karena kan masih belum diketahui apakah keputusan ini masih akan dilanjutkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atau tidak,” kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa malam.

Pria yang akrab disapa Ahok itu mengakui alasannya belum menyampaikan ucapan selamat, yakni terkait keputusan Prabowo Subianto yang mengundurkan diri sebagai calon presiden pada Selasa sore.

“Iya, saya ikut keputusan partai saja (Gerindra),” ujar Ahok.

Kendati demikian, dia memastikan akan tetap mengucapkan selamat kepada Jokowi apabila presiden terpilih itu datang ke Balai Kota DKI pada Rabu (23/7) besok.

“Kalau besok Pak Jokowi datang ke Balai Kota, pasti saya kasih selamat. Lagipula, sudah ada komunikasi juga. Rencananya, besok mau ke sini,” tutur Ahok.

Dia mengungkapkan sesuai dengan izin yang diberikan, Jokowi hanya mendapatkan cuti terhitung sejak tanggal 1 Juni 2014 hingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pilpres 2014.

“Jadi, di dalam surat cuti itu dinyatakan bahwa Pak Jokowi diberhentikan sementara saat KPU menetapkan calon tetap sampai KPU menetapkan presiden terpilih dalam Pilpres 2014. Berarti, Rabu (23/7) besok Pak Jokowi kembali lagi ke Balai Kota,” ungkap Ahok.

Lebih lanjut, dia menambahkan saat kembali ke Balai Kota pada esok hari, maka Jokowi harus menyampaikan surat kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono melalui Kementerian Dalam Negeri yang menyatakan telah aktif kembali menjabat sebagai kepala daerah.

“Kalau Pak Jokowi tidak mengirimkan surat itu, takutnya nanti malah dianggap lalai dan tidak menjalankan kewajiban sebagai kepala daerah dengan baik,” tambah Ahok.

Hari ini, KPU telah mengumumkan hasil rekapitulasi pemungutan suara Pilpres 2014 di seluruh provinsi yang ada di Indonesia, yakni pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan total 46,85 persen suara dan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) 53,15 persen suara.  (R027/Z002)

Editor: B Kunto Wibisono