Equityworld Futures – Manajemen PT Bio Farma (Persero) menjamin vaksin yang mereka buat aman dan tidak dipalsukan serta menegaskan tidak ada satupun pegawai atau bekas pegawai perusahaan produsen vaksin tersebut yang terlibat dalam bisnis vaksin palsu.

“Vaksin yang dipalsukan oleh sejumlah oknum tenaga kesehatan adalah vaksin impor, dan tidak ada satupun pegawai atau eks pegawai Bio Farma yang terlibat dalam bisnis vaksin palsu,” kata Direktur Pemasaran PT Bio Farma, Mahendra Suhardono, di Jakarta, Kamis.

Direktur Pemasaran PT Bio Farma yang juga Presiden Jaringan Produsen Vaksin Negara-negara Berkembang (DVCMN) itu mengemukakan keterangan itu dalam dialog dengan para pemimpin redaksi media massa nasional. Acara itu juga diselenggarakan dalam rangka halal bihalal Idul Fitri 1437 Hijriyah.

PT Bio Farma yang berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat, itu satu-satunya produsen vaksin dan antisera di Indonesia. BUMN yang kini sudah berusia 125 tahun itu telah mengekspor vaksin ke 132 negara di dunia, dan 52 di antaranya adalah negara-negara Organisasi Kerjasama Islam.

Produsen vaksin itu telah menjadikan Indonesia berswasembada vaksin sejak 2000. Mengingat kapasitas produksinya besar dan telah mencukupi kebutuhan vaksin nasional, PT Bio Farma kemudian mengekspor vaksin ke manca negara.

Vaksin produksi PT Bio Farma yang digunakan oleh Pemerintah untuk Program Imunisasi Nasional adalah vaksin Pentabio (DTP-HB-Hib), DT, Td, TT, Hepatitis B, Campak, polio, dan BCG, juga flu bio.

Terkait beredarnya vaksin palsu, dia menegaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Bareskrim Polri, Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan distributor resmi vaksin PT Bio Farma.

“Berdasarkan pengamatan fiisik dan kemasan serta hasil uji laboratorium, tidak ada vaksin PT Bio Farma yang dipalsukan. Yang dipalsukan adalah vaksin impor yang jumlahnya juga relatif sedikit,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama pakar kesehatan umum dengan peminatan khusus vaksin, Dr Julitasari Sundoro menyatakan bersyukur PT Bio Farma telah mampu memenuhi dua per tiga dari kebutuhan vaksin dunia.

Julitasari juga bangga bahwa dari 23 negara Islam penghasil vaksin, baru Indonesia (dalam hal ini PT Bio Farma) yang telah mendapatkan sertifikat prakualifikasi WHO untuk produk vaksin.

Prakualifikasi merupakan penilaian independen untuk kualitas, keamanan, dan keampuhan vaksin guna memastikan vaksin bisa dipakai untuk target penduduk serta untuk memenuhi kebutuhan program imunisasi. – Equity world Futures