Jakarta (ANTARA News) – Api yang membakar Wisma Kosgoro di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat berhasil dijinakan tim pemadam kebakaran setelah tujuh jam berjuang memadamkan api.

“Api sudah berhasil dijinakkan sejak 01.30 dan sekarang tinggal proses pendinginan dan pemadaman di beberapa tempat,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta Subejo di lokasi kejadian, Selasa.

Api mulai menyala di lantai 16 sekitar pukul 18.39 WIB lalu merambat ke atas gedung berlantai 20 tersebut, sedangkan titik awal kebakaran terletak pada lokasi kantor PT Perkasa Adiguna.

Subejo mengatakan, Pemadam Kebakaran DKI Jakarta menurunkan 36 unit mobil damkar dari seluruh wilayah kota Jakarta termasuk satu unit mobil skylift baru.

Pemilik Gedung Wisma Kosgoro Hayono Isman sempat mempertanyakan mengapa mobil skylift membutuhkan waktu cukup lama sampai ke lokasi kebakaran.

“Iya tadi cukup lama datangnya, saya aneh kenapa alat secanggih itu disimpan di Ciracas padahal di sana tidak ada gedung tinggi. Selain itu saya juga khawatir ruangan Direktur Kosgoro pertama yang juga berada di gedung itu,” ujar dia.

Subejo mengatakan keterlambatan tersebut karena mobil yang memiliki skylift dengan ketinggian 90 meter itu sedang dalam proses pengecekan terakhir di Ciracas.

“Mobil di Ciracas karena sedang dalam proses pengecekan sebelum dioperasikan. Di gedung ini pertama kali mobil tersebut dioperasikan dan bapak tidak usah khawatir ruangan Direktur Kosgoro pertama aman tidak terbakar,” kata Subejo pada Hayono.

Subejo juga menjelaskan untuk proses pemadaman, pihaknya mengambil sumber air dari Gedung Sarinah, kolam di Bundaran Hotel Indonesia dan hidran di sekitar lokasi kejadian.

Untuk jumlah personel, Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, Subejo berkata, “250 orang kami kerahkan dan 30 di antaranya melakukan pemadaman dari dalam gedung.”

Terkait lamanya waktu pemadaman, Subejo berkilah pemadaman kebakaran di gedung seperti ini lebih efektif jika dilakukan dari dalam gedung. Selain itu ada kendala karena kaca yang berjatuhan membuat robek pipa karet sehingga air tidak sampai puncak skylift.

Subejo mengaku belum bisa menjelaskan penyebab kebakaran. “Saya belum bisa katakan apa penyebabnya dan saya tidak mau berspekulasi. Untuk kerugian juga masih belum bisa saya bilang juga,” katanya.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2015