Equityworld Futures – Dolar Australia meninggi terhadap Dolar AS di hari Senin (25/Juli) siang ini, tanpa banyak rilis data ekonomi berpengaruh di awal sesi perdagangan tadi menantikan rapat FOMC dan rapat Bank Sentral Jepang dalam minggu ini. AUD/USD naik 0.23 persen ke angka 0.7482, masih mendekati level rendah dua setengah minggu di angka 0.7439.

dolar_australia

Dolar Australia Di “Persimpangan Jalan”

Setelah periode yang relatif stabil, menurut ekonom yang menulis kolom pasar di Sydney Morning Heralds, Dolar Australia kini tengah berada di persimpangan jalan dan tampak akan melangkah ke tren menurun seiring dengan menguatnya Dolar AS menjelang kebijakan moneter FOMC pada Rabu-Kamis nanti.

Kondisi yang cukup tenang diperkirakan akan mewarnai rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) pada hari Rabu mendatang, karena para ekonom akan menganalisis terlebih dahulu data inflasi tersebut sehubungan dengan rapat kebijakan moneter yang akan digelar seminggu setelahnya.

Menurut Rodrigo Catril, Ahli Strategi Mata Uang di National Australia Bank (NAB), pihaknya menargetkanAUD/USD kemungkinan akan melorot hingga level 0.82, dan pekan ini adalah persimpangan penting yang akan menentukan gerak pasangan mata uang tersebut. Apabila inflasi lemah, maka kemungkinan besar RBA akan memotong suku bunganya pada bulan Agustus, dan dari sini, perkiraan NAB mungkin akan terwujud.

Meski demikian, ekonom-ekonom NAB pada dasarnya termasuk dalam segelintir ekonom yang memprediksi bahwa inflasi Australia akan melebihi ekspektasi, yakni di angka 0.5 persen versus prediksi konsensus di angka 0.4 persen QoQ. Data inflasi yang kuat akan memvalidasi prediksi-prediksi yang menyebutkan bahwa RBA akan mempertahankan tingkat suku bunganya bulan depan sampai sisa bulan berikutnya dalam tahun ini.

“Dalam perkiraan tersebut (suku bunga dipertahankan karena inflasi yang kuat), maka mata uang Australia akan terdongkrak naik,” kata Catril. – Equity world Futures