Equityworld Futures – Dolar Australia menunjukkan sedikit kenaikan di hari Jumat (01/Juli) siang ini berbalik dari penurunan tipis yang tercapai sebelumnya akibat beragamnya data PMI China seiring dengan para investor yang masih mempertimbangkan dampak Brexit dan data-data regional tiap yang dirilis oleh tiap negara. AUD/USDdiperdagangkan pada posisi 0.7463, naik tipis dari angka 0.7448 sebelumnya.

aud_usd

Sektor manufaktur China secara luas tak menunjukkan peningkatan bulan lalu, menambah sinyal bahwa ekonomi Tiongkok akan menambah stimulus. Indeks PMI Manufaktur China merosot ke angka 50.1 pada bulan Mei, ke angka 50.0 bulan lalu, demikian yang dilaporkan oleh China Federation of Logistics and Purchasing (CFLP) yang sesuai dengan ekspektasi.

China merupakan negara partner perdagangan utama bagi Australia, sehingga perkembangan negara ekonomi terbesar kedua di duni itu, sedikit banyak turut mempengaruhi ekonomi Negeri Kangguru. Manufaktur adalah salah satu industri andalan di China, dan mengambil porsi 30 persen dari GDP negaara tersebut, demikian yang dicatat oleh World Bank.

China merupakan negara partner perdagangan utama bagi Australia, sehingga perkembangan negara ekonomi terbesar kedua di duni itu, sedikit banyak turut mempengaruhi ekonomi Negeri Kangguru. Manufaktur adalah salah satu industri andalan di China, dan mengambil porsi 30 persen dari GDP negaara tersebut, demikian yang dicatat oleh World Bank.

China merupakan negara partner perdagangan utama bagi Australia, sehingga perkembangan negara ekonomi terbesar kedua di duni itu, sedikit banyak turut mempengaruhi ekonomi Negeri Kangguru. Manufaktur adalah salah satu industri andalan di China, dan mengambil porsi 30 persen dari GDP negaara tersebut, demikian yang dicatat oleh World Bank.

Didongkrak Indeks Manufaktur AIG Australia

Menyusul kemudian, Aussie menghapus penurunan setelah Australia melaporkan data regionalnya sendiri yakni data indeks manufaktur AIG yang berada pada level 51.8, di atas level 51.0 yang tercapai bulan lalu. Indeks tersebut berada dalam level ekspansi dan sudah berlangsung dalam 12 bulan berturut-turut terdorong oleh jatuhnya nilai tukar Dolar Australia dalam beberapa tahun terakhir. Oleh sebab itulah, Bank Sentral Australia (RBA) terus berusaha agar nilai tukar Aussie lemah. Kendati demikian, secara umum, perusahaan-perusahaan di sana masih akan menghadapi ketidakpastian politik menjelang Pemilu untuk pemilihan Perdana Menteri. – Equity world Futures