Equityworld Futures – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membukukan perolehan laba bersih semester I tahun 2016 mengalami pertumbuhan pesat sebesar 79 persen atau Rp 4.37 triliun apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ahmad Baiquni selaku Direktur Utama Bank Negara Indonesia menjelaskan, perseroan yang dipimpinnya tersebut bisa memperoleh kenaikan laba karena adanya peningkatan kemampuan BNI untuk menyalurkan kredit.

Bank BNI

Kinerja Dan Performa Bank BNI

Kinerja PT Bank Negara Indonesia Tbk dua tahun ini terpantau bagus. Hal tersebut dibuktikan dengan perolehan laba tahun 2015 lalu juga menanjak naik sebesar 15.9 persen ke Rp 10.78 triliun. Bahkan, penyaluran kredit bisa tumbuh sekitar 17.5 persen melebihi rata-rata pertumbuhan industri perbankan saat itu.

Tahun ini kinerja BBNI juga baik, pendapatan non-bunga merangkak naik 28.7 persen ke Rp 4.43 triliun. Adanya peningkatan laba pada semester I tahun 2016 mendorong pendapatan bunga bersih (NII) menjadi Rp 13.91 triliun, naik 11.7 persen. Kenaikan NII ini disebabkan oleh realisasi penyaluran kredit yang naik hingga 23.7 persen ke Rp 357.22 triliun dari sebelumnya hanya Rp 288.72 triliun.

Tak hanya itu saja, pertumbuhan aset perusahaan BBNI per bulan Juni tahun 2016 juga meningkat cukup signifikan yakni 25.1 persen, mencapai Rp 539.14 triliun. Kondisi jumlah aset yang meningkat tersebut juga didorong oleh pertumbuhan dana pihak ketiga yang bisa mengalami kenaikan hingga 19.6 persen.

Disamping itu, adapun kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bank BNI per semester I masih di level tiga persen. Meski demikian perseroan akan melakukan restrukturisasi utang para debitor. – Equity world Futures