Equityworld Futures – Di awal sesi New York hari selasa(2/8) seolah menjadi hari kelabu bagi dollar AS karena terus bergerak di zona negatif versus berbagai major currency. Greenback bahkan mencatatkan rekor terendah 6 pekan terhadap Euro dan Franc Swiss, dollar AS juga tidak berdaya versus Poundsterling dan Yen.

Laporan mengenai data belanja konsumen AS tumbuh lumayan impresif dengan membukukan kenaikan 0.4 persen, melebihi ekspektasi 0.3 persen. Belanja konsumen di negeri paman Sam bulan Juni sama dengan perolehan mei dimana berakselerasi 0.4 persen. Apiknya data pengeluaran personal warga AS yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS sebagian besar berasal dari meningkatnya pembelian di sektor otomotif dan properti.

Stabilnya pengrekrutan tenaga kerja, rendahnya Inflasi dan bunga pinjaman yang berada di level rendah menjadi faktor yang mendorong konsumen AS lebih banyak membelanjakan uang mereka dalam beberapa bulan terakhir.

 

Inflasi Tahunan AS Masih Rendah, Redupkan Peluang Rate Hike The Fed

Namun disisi lain, juga dirilis data indeks pengeluaran personal inti cukup mengecewakan karena hanya tumbuh 0.1 persen. Seperti yang diketahui sebelumnya, data Core PCE Price Index menjadi indikator penting guna mengukur tingkat inflasi dimana tumbuh 0.1 persen di bulan Juni menyebabkan tingkat inflasi tahunan AS tidak bergerak dari level 0.9 persen saja atau jauh dari harapan Federal Reserve. Inflasi yang masih rendah tersebut tentu menjadi bahan evaluasi bagi Bank Sentral AS untuk kembali menahan diri dan bersabar sebelum melakukan rate hike.

Namun disisi lain, juga dirilis data indeks pengeluaran personal inti cukup mengecewakan karena hanya tumbuh 0.1 persen. Seperti yang diketahui sebelumnya, data Core PCE Price Index menjadi indikator penting guna mengukur tingkat inflasi dimana tumbuh 0.1 persen di bulan Juni menyebabkan tingkat inflasi tahunan AS tidak bergerak dari level 0.9 persen saja atau jauh dari harapan Federal Reserve. Inflasi yang masih rendah tersebut tentu menjadi bahan evaluasi bagi Bank Sentral AS untuk kembali menahan diri dan bersabar sebelum melakukan rate hike.

Namun disisi lain, juga dirilis data indeks pengeluaran personal inti cukup mengecewakan karena hanya tumbuh 0.1 persen. Seperti yang diketahui sebelumnya, data Core PCE Price Index menjadi indikator penting guna mengukur tingkat inflasi dimana tumbuh 0.1 persen di bulan Juni menyebabkan tingkat inflasi tahunan AS tidak bergerak dari level 0.9 persen saja atau jauh dari harapan Federal Reserve. Inflasi yang masih rendah tersebut tentu menjadi bahan evaluasi bagi Bank Sentral AS untuk kembali menahan diri dan bersabar sebelum melakukan rate hike.

Namun disisi lain, juga dirilis data indeks pengeluaran personal inti cukup mengecewakan karena hanya tumbuh 0.1 persen. Seperti yang diketahui sebelumnya, data Core PCE Price Index menjadi indikator penting guna mengukur tingkat inflasi dimana tumbuh 0.1 persen di bulan Juni menyebabkan tingkat inflasi tahunan AS tidak bergerak dari level 0.9 persen saja atau jauh dari harapan Federal Reserve. Inflasi yang masih rendah tersebut tentu menjadi bahan evaluasi bagi Bank Sentral AS untuk kembali menahan diri dan bersabar sebelum melakukan rate hike.

Namun disisi lain, juga dirilis data indeks pengeluaran personal inti cukup mengecewakan karena hanya tumbuh 0.1 persen. Seperti yang diketahui sebelumnya, data Core PCE Price Index menjadi indikator penting guna mengukur tingkat inflasi dimana tumbuh 0.1 persen di bulan Juni menyebabkan tingkat inflasi tahunan AS tidak bergerak dari level 0.9 persen saja atau jauh dari harapan Federal Reserve. Inflasi yang masih rendah tersebut tentu menjadi bahan evaluasi bagi Bank Sentral AS untuk kembali menahan diri dan bersabar sebelum melakukan rate hike.

Greenback masih berada di zona merah terhadap berbagai major currency seperti pada pairing EUR/USD dimana sudah menguat 0.57 persen di hari selasa dan berada di level 1.1225. Sedangkan GBP/USD juga menguat sebanyak 1.1 persen di hari selasa dan saat ini 1 Poundsterling setara dengan 1.3342 dollar AS. – Equity world Futures