Equityworld Futures – Belasan mobil pengawalan dari Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Tengah disiagakan di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Kamis, menjelang eksekusi hukuman mati di Pulau Nusakambangan.

Sebanyak 11 mobil pengawalan dari Unit Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jateng tiba di tempat penyeberangan khusus menuju Pulau Nusakambangan sekitar pukul 07.10 WIB.

Mobil-mobil itu diparkir di halaman Stasiun Pandu PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Intan yang bersebelahan dengan Dermaga Wijayapura.

Seorang polisi mengaku tidak tahu pasti jumlah mobil pengawalan yang disiagakan itu. “Sementara baru 11 unit, enggak tahu nanti ada berapa,” katanya singkat.

Selang 15 menit, tiga mobil pengawalan kembali terlihat memasuki halaman Stasiun Pandu.

Hingga pukul 07.30 WIB, ada 14 mobil pengawalan yang disiagakan di sekitar Dermaga Wijayapura.

Belasan mobil pengawalan itu diduga digunakan untuk mengawal mobil ambulans yang membawa jenazah terpidana mati pascaeksekusi di Pulau Nusakambangan.

Berdasarkan pelaksanaan eksekusi mati sebelumnya, setiap mobil ambulans yang membawa jenazah terpidana mati dikawal satu mobil pengawalan.

Sebelumnya, 17 mobil ambulans yang membawa peti jenazah telah menyeberang ke Pulau Nusakambangan secara bertahap hari ini pukul 06.00 WIB dan 06.30 WIB.

Dengan masuknya mobil ambulans yang membawa peti jenazah ke Pulau Nusakambangan, eksekusi hukuman mati diperkirakan berlangsung Jumat  dini hari esok.

Perkiraan itu berdasarkan pelaksanaan beberapa eksekusi sebelumnya, mobil ambulans yang membawa peti jenazah masuk ke Pulau Nusakambangan beberapa jam sebelum eksekusi.

14 terpidana mati kasus narkoba telah menempati ruang isolasi di Lapas Batu, Pulau Nusakambangan, sejak Senin (25/7) pukul 22.00 WIB guna menunggu hari H pelaksanaan eksekusi hukuman mati

Hingga saat ini, Kejaksaan Agung belum merilis nama-nama terpidana mati kasus narkoba yang akan dieksekusi dan kapan eksekusi dilaksanakan.

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, terpidana mati yang telah ditempatkan di ruang isolasi Lapas Batu, antara lain Freddy Budiman (warga negara Indonesia), Merri Utami (Indonesia), Zulfiqar Ali (Pakistan), Gurdip Singh (India), dan Onkonkwo Nonso Kingsley (Nigeria). – Equity world Futures