BI: kredit sektor perikanan 1,65 persen dari total Rp21,78 T

Mataram (ANTARA News) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat mencatat kredit yang disalurkan ke sektor perikanan dan pertanian hanya 1,65 persen dari total yang disalurkan perbankan pada triwulan I/2015, sebesar Rp21,78 triliun.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Prijono, di Mataram, Selasa, mengatakan pelaku usaha sektor pertanian dan perikanan di NTB, pada umumnya merupakan pelaku usaha individual yang memanfaatkan pembiayaan dari modal sendiri atau pihak lain di luar perbankan.

“Sektor pertanian dan perikanan juga merupakan kategori utama dalam produk domestik regional bruto (PDRB) NTB, tapi porsi kreditnya relatif kecil hanya sebesar 1,65 persen berdasarkan lokasi bank dan 1,38 persen berdasarkan lokasi proyek,” katanya.

Perbankan tentu menerapkan prinsip ke hati-hatian dalam menyalurkan kredit ke semua sektor, termasuk sektor pertanian dan perikanan. Namun, para petani dan nelayan bisa mengakses program kredit yang dijamin pemerintah, salah satunya kredit usaha rakyat (KUR).

Secara umum, kata dia, penyaluran kredit bank umum pada triwulan I/2015, mencapai Rp21,78 triliun, atau tumbuh 14,96 persen (yoy).

Pertumbuhan kredit tersebut melambat jika dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 18,14 persen (yoy) dan dibandingkan triwulan IV/2014 yang tumbuh sebesar 15,52 persen (yoy).

Sebagian besar kredit yang disalurkan merupakan kredit konsumsi dengan porsi sebesar 57,05 persen dari total kredit, atau lebih tinggi dibandingkan kredit produktif (kredit modal kerja dan kredit investasi) yang porsinya sebesar 42,95 persen dari total kredit.

Prijono menambahkan penyaluran kredit bank umum di NTB, pada triwulan I/2015, sebesar Rp21,78 triliun. Namun jika memperhitungkan kantor cabang bank umum dari luar NTB yang menyalurkan kredit di NTB (kredit berdasarkan lokasi proyek), kredit yang disalurkan mencapai Rp26,56 triliun.

Kredit berdasarkan lokasi proyek juga mengalami pelambatan, sebagaimana penyaluran kredit berdasarkan lokasi bank di NTB.

“Pertumbuhan kredit berdasarkan lokasi proyek pada triwulan I/2015 sebesar 15,44 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan yang sama tahun 2014, sebesar 26,13 persen (yoy),” kata Prijono menyebutkan.

Berdasarkan jenis penggunan, lanjutnya, kredit yang disalurkan oleh bank umum di NTB, di dominasi oleh kredit konsumsi yaitu sebesar 57,05 persen dari total kredit, sedangkan kredit produktif yaitu kredit modal kerja dan investasi porsinya masing-masing sebesar 31,59 persen dan 11,36 persen.

Berdasarkan sektor ekonomi, sebagian besar kredit dalam bentuk kredit produktif bank umum di NTB, disalurkan kepada sektor perdagangan yang merupakan salah satu kategori utama dalam PDRB NTB. Porsi kredit perdagangan (tidak termasuk hotel dan restoran) sebesar 28,93 persen dari total kredit atau 67,60 persen dari total kredit di sektor ekonomi produktif.

“Jika berdasarkan lokasi proyek dimana kantor bank umum di luar NTB, yang menyalurkan kredit di NTB, juga diperhitungkan, porsi kredit perdagangan sebesar 24,29 persen dari total kredit atau 49,81 persen dari total kredit sektor ekonomi produktif,” kata Prijono.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2015