Equityworld Futures – Menentukan broker unggulan sudah pasti tidak bisa dipandang sebelah mata. Kesuksesan seorang trader dalam mempertahankan profit.

konsisten bergantung pada performa dan transparansi platform trading dari broker masing-masing. Nah, dari sekian banyak fitur dan opsi tersedia, ada dua faktor esensial yang harus kita perhatikan, yaitu spread sebagai biaya trading dan kecepatan eksekusi saat kita membuka atau menutup posisi.

Broker Unggulan

Sebagian besar trader umumnya menjatuhkan pilihan pada low spread, karena jelas biaya trading harus sekecil mungkin supaya keuntungan dapat diraih sebesar-besarnya. Tapi tahukah Anda, apabila tidak semua broker dengan low spread benar-benar secara transparan memberitahukan kliennya beban tambahan yang mungkin ditanggung saat ber-trading?

Waspadalah Terhadap Beban Tambahan Tak Terduga.

Broker unggulan akan memberikan pelayan pada kliennya sesuai dengan tawaran-tawaran tertulis di laman subskripsi, entah diantaranya nilai aktual low spread atau keakuratan eksekusi cepat. Idealnya, semua biaya dan beban trading akan ditampilkan oleh platform mereka tiap kali klien mentransmisikan permintaan (order buy atau sell).

Namun pada prakteknya, ada beberapa faktor di mana beban tambahan akan ditanggung oleh klien pada saat pasar dalam kondisi tidak normal atau volatilitas tinggi dengan likuiditas terbatas. Antara lain adalah faktorslippage dan melebarnya spread (floating spread).

Slippage dan floating spread dapat saja terjadi meskipun Anda telah memilih broker unggulan. Hal itu akan terjadi terutama pada saat market mengalami lonjakan harga secara tiba-tiba karena pelaku pasar bereaksi dengan cepat terhadap rilis berita ekonomi. Misalnya saat rilis berita NFP atau GDP, keseimbangan antara jumlah posisi pembeli dan penjual akan segera berubah menjadi condong ke satu pihak saja.

 

Slippage

Slippage pada kondisi market tersebut bisa saja membebani klien lebih besar daripada jumlah spread rujukan. Misalnya pada kasus berikut:

Trader A membuka order buy pada pair EURUSD dengan harga permintaan 1.13050. Namun karena kondisi pasar sedang mengalami lonjakan, akhirnya harga tereksekusi (filled order) pada 1.13053. Sedangkan saat itu broker menawarkan low spread sebesar 0.1 pip. Jelas bahwa slippage sebesar 0.3 pip tersebut telah melebihi spread tertulis.

Total 0.4 pip dari contoh di atas mungkin terasa kecil dan remeh. Namun jika Anda menggunakan lot lebih dari satu dan leverage di atas margin 1% (1:100), nilai realisasi dari 0.4 pip akan cukup menggerogoti deposit Anda.

Requote umumnya akan ditawarkan broker apabila slippage terjadi. Bergantung dari tipe platform broker Anda, bisa saja slippage malah justru menguntungkan jika harga tereksekusi lebih baik dari harga permintaan.

 

Floating Spread

Konsep dasar dari floating spread adalah berubahnya nilai spread bergantung dari volume posisi penjual melawan pembeli. Semakin condong dominasi salah satu pihak maka akan semakin lebar (besar) pula nilai spread.

Broker unggulan mungkin menawarkan fixed spread di mana nilai dipatok pada nilai low spread tertentu. Tapi bisa saja patokan tadi terkompromi karena kondisi pasar sedang tidak seimbang seperti contoh kondisi pasar saat rilis berita berdampak besar di atas.

Nah, fitur low spread yang ditawarkan broker unggulan Anda pada hakikatnya adalah nilai spread terendah pada kondisi pasar normal. Umumnya trader akan tergoda untuk membuka posisi-posisi baru saat pasar dalam kondisi trending kuat (di mana salah satu pihak mendominasi arah harga). Ingat potensi spread melebar juga harus Anda perhitungkan jika Anda tidak ingin deposit tergerus pelan-pelan.

Seberapa Akurat Eksekusi Cepat Broker Anda?

Akurasi eksekusi cepat bergantung dari tipe platform yang ditawarkan broker unggulan. Terlebih dahulu Anda harus tahu apa perbedaan platform Dealing Desk dan Non-Dealing Desk.

 

Dealing Desk

Jangan heran apabila platform Dealing Desk berani menawarkan eksekusi cepat tanpa requote (melesetnya harga dari permintaan). Hal tersebut dikarenakan dealing-desk meng-“gawangi” alur posisi dan volume trading kliennya secara eksklusif. Dengan kata lain, Anda sebagai klien sebenarnya melawan broker Anda sendiri sebagai penyedia likuiditas.

Jadi, ya, terserah broker dealing desk Anda ingin menge-set seberapa akurat eksekusi cepat pada waktu-waktu trading tertentu atau tidak.

dealing desk

 

Non Dealing Desk

Seberapa akurat eksekusi cepat dari platform NDD memang beragam, jelas karena masing-masing platform NDD mengakses jalur perdagangan interbank sebagai penyedia likuiditas. Volume trading pada jaringan interbank sangat padat dan memungkinkan terjadinya slippage.

Keakuratan eksekusi cepat platform NDD sebaiknya Anda tes terlebih dahulu. Misalnya saat slippage terjadi, perhatikan seberapa jauh harga meleset dan apakah lebih baik atau lebih buruk dari harga permintaan.

non dealing desk

Penting (Waspadalah Para Trader)

Garis bawah dari pembahasan di atas bertolok ukur pada seberapa transparan broker unggulan Anda menginformasikan beban tambahan kepada kliennya di samping fitur-fitur dasar seperti low spread dan eksekusi cepat.

Perhitungkan kembali seberapa besar biaya aktual yang akan Anda tanggung ditambah nilai terendah low spread. Selain itu tes juga akurasi eksekusi cepat dari platform Anda, apakah sesuai atau jauh dari penawaran awal broker.

Ingat juga bahwa resiko biaya akan semakin membesar apabila pasar dalam kondisi bergejolak (karena rilis berita ekonomi penting, dsb). Pada saat-saat seperti itu, penyedia likuiditas mungkin akan memperlebar spread atau menawarkan requote saat harga meleset, sehingga berpotensi menambah beban trading klien. – Equity world Futures