Jakarta (ANTARA News) – Calon Ketua MPR RI yang diusung oleh Koalisi Indonesia Hebat (KIH), Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan, MPR RI adalah perekat antara rakyat, DPD dan DPR RI.

“Saya akan jadikan MPR RI sebagai perekat DPD dan DPR. Kita disini bukan cari kekuasaan. Tapi jadikan MPR sebagai perekat DPD, DPR dan rakyat. Saya bangga, ada DPR mencalonkan DPD menjadi Ketua MPR dan kami ingin tempat tertinggi. Mari kita rebut yang tertinggi, mari kita rebut Ketua MPR RI,” kata Oesman Sapta di rapat paripurna MPR RI, Jakarta, Selasa.

Sementara itu, calon ketua MPR RI dari Koalisi Merah Putih (KMP), Zulkifli Hasan menyatakan, dirinya akan menjadikan MPR RI sebagai lembaga yang menjaga Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“MPR RI akan mengawal Pancasila, UUD 45. Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. MPR akan jadikan DPR dan DPD bisa bekerja dengan harmonis. Tugas-tugas DPD yang kurang optimal, tugas MPR lah untuk mengoptimalkannya,” kata Zulkifli Hasan, Ia sendiri tidak berencana menjadi, berencana sebagai Ketua MPR. “Tapi garis tangan menuntun kemari. Karena tugas dan tanggung jawab kepada saya, saya akan berkerja semaksimal mungkin,” kata Menteri Kehutanan itu.

Jumlah anggota MPR RI yang hadir dalam rapat paripurna tersebut sebanyak PDIP 106 orang, PG 88 orang, Gerindra 73 orang, Demokrat 58 orang, PAN 48 orang, PKB 47 orang, PKS 40 orang, PPP 39 orang, Nasdem 36 orang, Hanura 16 orang, DPD 129 orang. “Total suara sebanyak 680 orang,” kata pimpinan MPR RI sementara, Maimunah Umar.(zul)

Editor: Ruslan Burhani