Equityworld Futures – Pada sebuah seminar tentang pembiayaan emas atau cicilan emas yang diselenggarakan oleh BNI Syariah, ada sebuah pertanyaan dari seorang peserta. “Pak, untung mana ambil cicilan emas atau membeli emas sedikit-sedikit rutin setiap bulan dengan jumlah dana dan waktu yang sama?”.

Saya koreksi dulu pertanyaannya, bukan “untung”, tapi lebih maksimum mana atau lebih banyak mana jumlah emas yang bisa diperolehnya. Terus terang saya kurang suka dengan istilah “untung” pada investasi emas ini, kenapa? Nanti kita bahas di kesempatan berbeda. Kelebihan dari program seperti pembiayaan emas atau cicilan emas yang dimiliki oleh BNI Syariah ini adalah, Anda seperti mengunci harga emas di hari pada saat Anda melakukan akad cicilan. Setelah Anda melakukan akad, kemudian muncul jumlah cicilan per-bulan, maka itulah yang harus Anda selesaikan sampai dengan lunas. Bagaimanapun pergerakan harga emas tidak mempengaruhi lagi jumlah cicilan Emas Anda.

Kenapa? Karena pinjaman Anda dalam bentuk uang, bukan emas. BNI Syariah memberikan kita pinjaman uang untuk pembelian emas, uang tersebut + uang muka, dipakai untuk membeli emas di toko emas yang menjadi rekanan bank, lunas. Setelah emasnya diperoleh, emas tersebut menjadi jaminan atas pinjaman yang diberikan. Jadi pinjaman Anda uang bukan emas, pinjaman tersebut yang Anda cicil sampai lunas, setelah lunas baru emas yang menjadi jaminan itu diserahkan pada Anda. Begitulah kurang lebih mekanismenya. Untuk menjawab pertanyaan peserta Seminar di atas, saya akan pakai data mundur ke belakang.

Pada tahun 2007, harga emas itu sekitar Rp 200.000/gram. Seandainya saya punya target untuk memiliki 500grm emas dalam 5 tahun ke depan (misal untuk biaya kuliah anak) dan seandainya juga tahun 2007 BNI Syariah sudah mengeluarkan program ini. Maka, nilai Emas 500gram saat itu setara dengan uang Rp 100.000.000. Kemudian saya ambil program cicilan emas BNI Syariah untuk membiayai kepemilikan Emas 500gram tersebut, perhitungannya kurang lebih seperti ini:

EMAS 500g = Rp 100.000.000
Down Payment atau Uang Muka 20% = Rp 20.000.000
Cicilan Selama 60 bulan = Rp 2.200.000/bulan

Contoh di atas kalau kita menggunakan pembiayaan emas atau cicilan emas di BNI Syariah. Sekarang kita balik, dengan tidak menggunakan program tersebut. Uang DP Rp 20.000.000 saya gunakan untuk membeli Emas saat itu, maka saya akan memperoleh Emas sebanyak 100 gram (100 gram x Rp 200.000/gram = Rp20.000.000). Kemudian setiap bulan, saya membeli Emas senilai Rp 2.100.000, sama seperti mencicil, selama 60 bulan. Ternyata setelah saya hitung (berdasarkan data historis emas yang saya miliki), selama 60 bulan tersebut, saya hanya bisa membeli maksimum 280 gram ditambah pembelian awal sebanyak 100 gram, total seluruhnya 380 gram. Itupun dengan beberapa catatan.

Harga emas berubah setiap hari, sehingga jumlah mas yang bisa diperoleh dengan uang yang sama semakin sedikit. Kemudian, uang Rp2.100.000 hanya bisa membeli emas dengan jumlah gram kecil, sementara kita tahu bahwa semakin kecil jumlah gram, semakin mahal ongkosnya. Tidak maksimum dalam pembelian, misalnya harga Emas 5 gram = Rp1.800.000, dengan uang Rp 2.100.000 anda tidak bisa membeli Emas 6 gram, ahirnya sia-sialah uang sisanya. Walaupun anda simpan untuk pembelian Emas bulan berikutnya, hargapun sudah berubah lagi. Oleh karena itu, produk pembiayaan atau Cicilan Emas seperti yang dimiliki oleh BNI Syariah, adalah produk yang sangat luar biasa, kita seperti mengunci harga Emas di hari ini, kita seperti membeli masa depan. Emas bisa dijadikan alat untuk mengukur biaya di masa yang akan datang, cicilan Emas bisa untuk membeli masa depan.

Satu lagi, seandainya dalam perjalanan, Anda kehilangan kemampuan untuk membayar cicilan, Emas yang menjadi jaminan bisa di jual segera di harga saat itu untuk melunasi pinjaman kita, dana kelebihannya dikembalikan kepada Anda. Jadi ini satu-satunya pembiayaan yang tidak kenal yang namanya debt collector. Lalu, kenapa sering saya sarankan untuk mengambil pembiayaan Emas ini dengan tenor minimal 3 tahun atau idealnya 5 tahun?

Pertama, Anda coba perhatikan historis harga emas di app Harga Emas, dari tahun 1996, Emas naik minimal 2 kali lipat setiap 5 tahun, tapi ini bukan berarti tiap tahun 20% ya! Hati-hati. Jadi mengambil cicilan emas dengan tenor di atas 3 tahun paling ideal menurut saya. Kedua, saya lebih mengutamakan jumlah Emas daripada percepatan lunas. Misalnya, saya mampu menyisihkan Rp 500.000/bulan, maka saya akan cari Cicilan Emas yang 5 tahun, daripada yang 3 tahun, kenapa? Dengan mengambil yang 5 tahun, jumlah emas yang bisa saya peroleh lebih besar dibandingkan yang 3 tahun dengan jumlah cicilan yang sama. Di simpan di Bank lama juga nggak apa-apa, aman malah. Anggap saja dipaksa nabung. Cobalah manfaatkan produk Cicilan Emas ini untuk perencanaan pembiayaan sekolah putra-putri Anda, saya yakin sekali, setelah lunas nanti, Anda akan berterima kasih pada saya. – Equity world Futures