PT Equityworld Futures – Seseorang pengusaha asal Cina dijatuhi hukuman penjara sewaktu nyaris empat thn oleh suatu pengadilan di Amerika Serikat atas tuduhan meretas berita militer AS.

Lewat putusan pengadilan di Los Angeles, entrepreneur bernama Su Badan Intelijen Negara itu pun diperintahkan membayar denda segede US$10.000 atau setara dgn Rp130,8 juta.

“Vonis pada Su Badan Intelijen Negara hanyalah hukuman atas peran yg diakuinya dalam konspirasi dgn para peretas dari Angkatan Hawa Tentara Pembebasan Rakyat buat membuka dengan cara tanpa izin

& melakukan pencurian berita sensitif militer AS,” kata asisten Jaksa Akbar, John Carlin.

Su Badan Intelijen Negara, tambah Carlin, mempermudah para peretas dari militer Cina buat melakukan pencurian design pesawat militer AS yg berteknologi modis.

PT Equityworld Futures: Baik Cina ataupun AS saling menuding dikala berjalan insiden serangan siber di negeri masing-masing.

Su Badan Intelijen Negara ditahan di Kanada terhadap 2014, dulu diekstradisi ke AS.

Ia mengaku bersalah atas tuduhan persekongkolan utk mendapatkan akses pc yg melanggar Undang-Undang Pengendalian Ekspor Persenjataan.

Menurut Su Badan Intelijen Negara, sama seperti tertera dalam dokumen pengadilan, ia sengaja menunjang para peretas dgn membagi info menyangkut sebanyak pesawat transportasi & pesawat tempur yg ditawarkan AS ke perusahaan-perusahaan Cina.

Baca juga: Siswi SMP Alami Kesurupan Massal Setelah Bermain Permainan Setan

Materi yg diretas seterusnya diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin oleh Su.

Upaya tersebut, kata Su Badan Intelijen Negara, dilakukannya demi mendapat keuntungan finansial.

Pemerintah Cina berulang kali menegaskan tak terlibat atas tindakan peretasan pada perusahaan atau pemerintah asing.

Baik Cina ataupun AS saling menuding saat berlangsung insiden serangan siber di negeri masing-masing.

Terhadap 2015, Cina menangkap sekelompok peretas sesudah pemerintah AS memberikan list pelaku tersangka kriminil siber yg diduga melakukan pencurian berita riset & pengembangan.