Dolar AS menguat di tengah perbedaan kebijakan

New York (ANTARA News) – Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah perbedaan kebijakan antara bank-bank sentral utama.

Federal Reserve AS sedang bergerak lebih dekat untuk menaikkan suku bunga, sementara bank sentral di Jepang dan Eropa dalam perjalanan untuk meluncurkan langkah-langkah stimulus lebih lanjut.

Greenback naik setelah Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan dalam Prospek Ekonomi Dunia (WEO) terbaru pada Selasa bahwa “AS adalah satu-satunya ekonomi utama yang proyeksi pertumbuhannya telah dinaikkan,” meningkatkan spekulasi pasar bahwa The Fed mungkin menaikkan suku bunganya lebih awal dari yang diperkirakan.

Dalam laporan tersebut, IMF memprediksi ekonomi AS akan tumbuh 3,6 persen pada 2015 dan 3,3 persen pada 2016, naik 0,5 persentase poin dan 0,3 persentase poin dari perkiraan sebelumnya.

Sebaliknya, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,5 persen dan 3,7 persen masing-masing untuk 2015 dan 2016. Tingkat pertumbuhan global pada 2015-2016 mewakili revisi turun kedua 0,3 persen relatif terhadap WEO Oktober 2014.

Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan meluncurkan sebuah program pembelian obligasi pada pertemuan kebijakan 22 Januari, dalam upaya untuk memerangi deflasi di kawasan. Sementara itu, pembuat kebijakan di Jepang mempertimbangkan memperluas pelonggaran moneter dalam pertemuan yang berakhir pada 21 Januari.

Pada akhir perdagangan di New York, euro bergerak turun menjadi 1,1549 dolar dari 1,1602 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5158 dolar dari 1,5109 dolar. Dolar Australia jatuh ke 0,8176 dolar dari 0,8207 dolar.

Dolar AS dibeli 118,81 yen Jepang, lebih tinggi dari 117,77 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun ke 0,8790 franc Swiss dari 0,8792 franc Swiss, dan naik ke 1,2097 dolar Kanada dari 1,1956 dolar Kanada, demikian mengutip laporan Xinhua.

(A026)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2015