Makkah (ANTARA News) – Ketua Komisi VIII DPR Ida Fauziah mengatakan perlu dilakukan kajian yang serius menyangkut rasio petugas  dengan jamaah haji sehingga tercapai angka yang optimal yang dapat melayani jamaah dengan baik.

“Tadi kami juga mendapat laporan mengenai rasio kecukupan petugas dengan jamaah,” kata Ida usai rombongan Komisi VII DPR melakukan pembicaraan dengan jajaran Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, Rabu.

Ia mengatakan rasio tersebut harus mampu memberikan layanan yang terbaik bagi para jamaah haji. “Jangan sampai ada yang terkurangi pelayanannya,” katanya.

Efisiensi, katanya, boleh saja dilakukan namun rasio yang optimal harus diperhatikan. Untuk itu, katanya, perlu ada kajian yang mendalam dan serius mengenai hal itu.

Ida yang memimpin rombongan mengatakan masalah rasio tersebut akan menjadi salah satu rekomendasi yang diberikan sehubungan dengan kunjungan kerja ke Arab Saudi.

Menurut catatan Kemenag, jumlah kuota jamaah haji tahun ini adalah 168.000 orang yang terdiri dari 155.200 jamaah haji reguler dan 13.600 jamaah haji khusus (dulu ONH Plus). Sementara itu petuga kloter sebanyak 1.855 orang, petugas non kloter 809 orang dan tenaga musim 533 orang.

Pantuan di lapangan, jumlah tenaga terasa kurang seperti tenaga transportasi sehingga setiap bus tidak ada petugas warga Indonesia
di dalamnya. Jamaah juga masih banyak yang kesasar.

Pada kunjungannya ke Makkah, rombongan juga meninjau Balai Pengobatan Haji Indonesia dan penginapan jamaaah. Saat meninjau penginapan, rombongan melihat penginapan yang termewah dan standar.

Saat berada di penginapan dengan fasilitas standar, para jamaah, terutama ibu-ibu mengaku cukup puas dengan penginapan. Selain penginapan yang lumayan, mereka juga mengatakan tidak ada masalah dengan pasokan air atau lift.

Ida mengatakan, ke depan pemerintah harus menyediakan penginapan yang sesuai dengan harapan jamaah. (*)

Editor: B Kunto Wibisono