Equityworld Futures – Ekspektasi inflasi kuartal ketiga New Zealand, menurut rilis yang diterbitkan oleh Bank Sentral New Zealand (RBNZ) pada Selasa (02/Agustus) hari ini, cukup stabil. Ekspektasi untuk CPI New Zealand 12 bulan ke depan, sedikit naik, ke levl 1.26 persen dari 1.22 persen dalam kuartal kedua, demikian menurut bank sentral, dimana surveinya dilakukan oleh ACNielson.

nzd_usd
RBNZ harus bisa mempertahankan inflasi dalam rentang target 1 persen – 3 persen meskipun tujuannya adalah mencapai target 2 persen. Hasil survei tersebut diawasi ketat sebagai petunjuk kemana kira-kira arah inflasi New Zealand akan bergerak dalam jangka waktu menengah maupun jangka panjang. Inflasi tahunan New Zealand saat ini berada pada posisi 0.4 persen.

Akankah RBNZ Potong OCR Bulan Depan?

Pekan depan RBNZ akan menggelar rapat kebijakan moneter dan diperkirakan akan memotong suku bunganya menjadi 2 persen dari suku bunga saat ini di level 2.25 persen.

Dalam update ekonominya akhir Juli lalu, RBNZ menyatakan bahwa perekonomian New Zealand sedang lesu, mata uang harus dilemahkan, dan kencangnya migrasi berimbang dengan lemahnya harga produk olahan susu (dairy). Suku bunga New Zealand, yang disingkat dengan istilah OCR, mungkin akan dipotong pada bulan Agustus dan November.

“Tampaknya tambahan pelonggaran kebijakan dibutuhkan untuk memastikan agar inflasi rata-rata di masa depan dapat berada dalam rentang target yang dibutuhkan,” tulis update ekonomi RBNZ bulan lalu.

Dalam update ekonominya akhir Juli lalu, RBNZ menyatakan bahwa perekonomian New Zealand sedang lesu, mata uang harus dilemahkan, dan kencangnya migrasi berimbang dengan lemahnya harga produk olahan susu (dairy). Suku bunga New Zealand, yang disingkat dengan istilah OCR, mungkin akan dipotong pada bulan Agustus dan November.

“Tampaknya tambahan pelonggaran kebijakan dibutuhkan untuk memastikan agar inflasi rata-rata di masa depan dapat berada dalam rentang target yang dibutuhkan,” tulis update ekonomi RBNZ bulan lalu.

Dalam update ekonominya akhir Juli lalu, RBNZ menyatakan bahwa perekonomian New Zealand sedang lesu, mata uang harus dilemahkan, dan kencangnya migrasi berimbang dengan lemahnya harga produk olahan susu (dairy). Suku bunga New Zealand, yang disingkat dengan istilah OCR, mungkin akan dipotong pada bulan Agustus dan November.

“Tampaknya tambahan pelonggaran kebijakan dibutuhkan untuk memastikan agar inflasi rata-rata di masa depan dapat berada dalam rentang target yang dibutuhkan,” tulis update ekonomi RBNZ bulan lalu.
Menyusul laporan ini, NZD/USD diperdagangkan flat di kisaran 0.7172. Malam tadi, Dolar AS loyo akibat data manufaktur AS dilaporkan merosot oleh lembaga ISM. – Equity world Futures