Equityworld Futures – Pergerakan harga emas pada perdagangan hari Selasa (16/8) masih bertahan di teritori bullish setelah sebelumnya didorong oleh beberapa faktor, seperti ekspektasi stimulus Bank of Japan setelah data menunjukan terjadi stagnasi perekonomian Jepang pada kuartal kedua tahun 2016 ini.

Ekonomi negeri matahari terbit, Jepang hanya tumbuh 0.2 persen berdasarkan perhitungan yang dimulai sejak April hingga Juni lalu. Dengan demikian tidak ada perubahan berarti pertumbuhan ekonomi Jepang sejak awal tahun 2016 ini sehingga hal tersebut meningkatkan ekpektasi bagi Bank Sentral Jepang untuk kembali melakukan pelonggaran moneter lebih lanjut guna mengenjot perekonomian.

Harga emas juga terdorong akibat pelemahan dollar AS yang sudah terjadi sejak awal pekan dimana greenback  melemah cukup tajam terhadap Euro, Pound, Franc Swiss dan mata uang utama lainnya. Melemahnya dollar membuat harga logam mulia  seperti emas yang didenominasi terhadap Dollar cenderung lebih murah bagi investor pemegang mata uang lainnya sehingga meningkatkan permintaan terhadap emas.

 

Inflasi Konsumen AS Bulan Juli Stagnan Dorong Harga Emas

Harga Emas semakin terdorong naik pada awal sesi New York malam ini setelah laporan inflasi konsumen AS bulan Juli cukup mengecewakan dimana tumbuh 0.0 persen, lebih buruk dari periode sebelumnya yang tumbuh 0.2 persen. Sementara itu CPI inti atau tidak memperhitungkan sektor makanan dan energi membukukan kenaikan tipis 0.1 persen selama bulan Juli atau melambat jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Suramnya pertumbuhan inflasi negeri Paman Sam tentu saja semakin menyurutkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang digadang gadangkan akan dilaksanakan pada akhir tahun.

Hal itulah yang mendorong harga emas untuk kembali menguat hingga sempat menyentuh harga tertinggi harian di 1357.97 dollar AS per troy ounce. Kini emas diperdagangkan sedikit menurun dan berada pada level 1347 dollar AS per troy ounce. Fokus investor selanjutnya tertuju pada hasil FOMC minutes yang dijadwalkan akan rilis pada kamis dini hari WIB mendatang. – Equity world Futures