Equity World Futures Jakarta – Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan kepada anggota parlemen pada hari Rabu bahwa ia akan menunda pada kenaikan pajak penjualan yang tadinya akan diterapkan untuk tahun depan, menggarisbawahi kelemahan dalam sebuah perekonomian setelah lebih dari tiga tahun program pertumbuhan “abenomics”.

Abe mengatakan kepada anggota parlemen sebuah senior dari Partai Demokrat Liberal bahwa ia secara tidak langsung  resmi akan mengumumkan keputusan untuk menunda kenaikan pajak hingga pada bulan Oktober 2019 pada konferensi pers Rabu malam, kata seorang pejabat LDP.

Langkah ini menyoroti kesulitan yang dihadapi saudara Abe dalam usahanya untuk mencapai pertumbuhan kuat berkelanjutan yang ia janjikan saat mulai akan menjabat sebagai perdana menteri 3 ½ tahun yang lalu. Akan Tetapi Meskipun ekonomi Jepang berkembang selama kuartal pertama yaitu tahun ini, ekonomi negara berjuluk negeri sakura ini telah berkontraksi dalam dua dari tiga kuartal sebelumnya, dan ekonom telah mengatakan tren fundamental masih cenderung lemah.

Maka Para ekonom, politisi oposisi dan bahkan beberapa anggota dalam partai Abe telah mengatakan kebutuhan untuk menunda sebuah menaikkan pajak menyusul penegasan terbaru ˜abenomics™ tidak bekerja seperti yang dijanjikan.

Takuji Okubo, kepala ekonom di Jepang Advisers Makro, telah mengatakan ia tidak percaya bahwasannya akan bahwa abenomics akan bekerja dengan baik dalam beberapa tahun ke depan.

maka jika “Saya pikir investor dan para manajer korporas sudah menyerah pada keberhasilan abenomics. Masalahnya uakni karena kurangnya adalah alternatif, “sesuai katanya.

Sumber: MarketWatch

By zefri
www.e-worldf.com