Equity World Futures Jakarta – Saham Eropa merosot ke level terendah dalam hampir empat bulan seiring kekhawatiran investor bahwa negara Inggris akan meninggalkan Uni Eropa semakin instensif.

Stoxx Europe 600 Index kehilangan 1,8 persen ke level 326,8 pada sebuah penutupan perdagangan hari ini. Saham pada hari Jumat meraih penurunan terdalam sampai titik terendah dari aksi jual pada bulan Februari seiring aset berisiko yang mulai dijauhi sebelum rentetan kebijakan moneter dan peristiwa politik. Indeks ekuitas yang akan dan telah diperdagangkan di kisaran kurang dari 25 poin sejak level Maret, ini akan berjuang untuk mempertahankan keuntungan setelah akan melonjak 16 persen dari rekor rendah bulan Februari ke 20 April tinggi. pada Indeks volatilitas saham melonjak 14 persen saat ini, menjadi kenaikan empat hari terbesar sejak Agustus.

Inggris yang akan menggelar referendum pada 23 Juni nanti untuk menentukan dimana dan apakah mereka akan bertahan atau meninggalkan negara Uni Eropa. Optimisme bahwa rakyat Inggris akan memilih untuk tetap akan selalu bertahan memberikan kekhawatiran selaku di pasar keuangan global sejak pertengahan pekan lalu seiring jajak pendapat menunjukkan oleh orang yang selisih poin yang terlalu dekat. Investor juga menguatkan untuk keputusan suku bunga Federal Reserve dan sebuah komentar Ketua oleh para seorang Janet Yellen sesudahnya, serta mencermati pemilihan umum Spanyol yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni nanti.

yaitu Di antara saham yang bergerak pada berita perusahaan, Siemens AG kehilangan 1,8 persen setelah Chief Executive Officer Joe Kaeser telah mengatakan perusahaannya tidak melakukan penawaran untuk pembuat robot Kuka AG. G4S Plc turun sebanyak 5 persen untuk diperdagangkan di harga terendah sejak Maret 2009 setelah mengkonfirmasikan bahwa pria yang diduga membunuh sebanyak 50 orang dan melukai 53 lainnya dalam penembakan massal Minggu di Florida merupakan seorang karyawan mereka adalah sebuah sejak tahun 2007. (sdm)

Sumber: Bloomberg

By zefri
www.e-worldf.com