Equity World Samarinda, Jika Eropa, Amerika Utara, China dan India punya sebutan “unicorn” bagi para perusahaan rintisan alias start-up yang nilai bisnisnya mencapai 1 miliar dolar AS, maka Asia Tenggara punya jajaran “komodo”.

Tercatat sedikitnya tujuh “komodo” tersebar di wilayah Asia Tenggara, sebagaimana dirangkum oleh TechCrunch.

Di antara tujuh “komodo” yang mendiami kawasan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) gabungan sebesar 2,57 triliun dolar AS tersebut, Indonesia diwakili dua start-up yakni Tokopedia dan Traveloka.

Traveloka bahkan menjadi yang termuda di antara para “komodo”, mengingat baru didirikan pada 2012 silam, sedangkan VNG yang bermarkas di Vietnam merupakan yang tertua, berusia 11 tahun.

Simak kilasan profil tujuh start-up “komodo” seperti dilansir Techcrunch:

Garena (Permainan, Singapura, didirikan 2009)

Tahap terakhir: Tahap Pra-IPO, Valuasi 2,5 miliar dolar AS
Total dana yang diungkapkan: Tidak diketahui
Investor terkemuka: Jenderal Atlantik, Tencent

Garena sering disebut sebagai Tencent-nya Asia Tenggara. Pendanaan terakhir dari The Ontario Teachers ‘Pension Plan yang jumlah tidak diungkapkan pada Maret 2015 telah melambungkan platform game ini sebagai komodo paling berharga dalam daftar ini.

Dalam pengumuman pendanaan tersebut, basis pengguna desktop (17 juta) masih membayangi basis pengguna aktif bulanan (11 juta) dan telah mencapai pendapatan tahunan sebesar 200 juta dolar AS. Jika Anda menyukai cerita pendiri Facebook, kisah dramatis pendiri Garena bisa menemani acara minum teh anda.

GrabTaxi (Marketplace, Malaysia, didirikan 2011)

Tahap terakhir: 350 juta dolar AS Seri E, valuasi 1,8 miliar dolar AS
Total dana yang diungkapkan: 680 juta dolar AS
Investor terkemuka: GGV Capital, Vertex Venture Holdings, SoftBank Capital

Agregator taksi terbesar di Asia Tenggara, GrabTaxi, adalah jawaban kawasan tersebut untuk Uber. Baru-baru ini, GrabTaxi bekerja sama dengan perusahaan investasi SoftBank lainnya (Ola dan Didi Kuaidi) dan Lyft untuk memberikan ridesharing yang mulus ke seluruh negara yang tersentuh layanan mereka.

GrabTaxi memimpin Asia Tenggara dengan 1,5 juta pemesanan setiap harinya di 22 kota di enam negara.

Lazada (Marketplace, Singapura, didirikan 2011)

Tahap Terakhir: 250 juta dolar AS Seri F, valuasi 1,25 miliar dolar AS
Total dana yang diungkapkan: 650 juta dolar AS
Investor terkemuka: Internet Roket, Temasek Holdings

Toko berbasis internet yang dikembangkan oleh Lazada mengalami pertumbuhan tinggi setelah sukses di JD dan Alibaba di China, serta Flipkart dan Snapdeal dari India. Dalam pengembangannya, Lazada masih dalam tahap bayi.

Lazada berencana menggunakan dana terbaru untuk meningkatkan pengalaman berbelanja dengan meningkatkan logistik, solusi pembayaran dan basis pedagang pihak ketiga.

Equity World Samarinda