Equityworld Futures, Kaskus telah merilis versi beta Kaskus Chat sejak 2015. Setelah melakukan berbagai perbaikan, Kaskus resmi merilis Kaskus Chat pada awal tahun ini.

Platform bertukar pesan yang dapat diakses lewat iOS, Android dan desktop tersebut saat ini telah memiliki berbagai fitur baru, mulai dari emoticon khas Kaskus, forum chat hingga official channel hot thread.

Meski memiliki cukup mirip dengan platform bertukar pesan yang saat ini diblokir pemerintah, Telegram, Chief Product Officer Kaskus Ardy Alam, mengatakan tidak ingin serta merta mengambil kesempatan tersebut untuk menggantikan posisi Telegram.

“Hal yang bisa dipelajari dari Baidu, Alibaba dan Tencent, walaupun Google dan lain-lain diblokir di China, tidak berarti mereka jadi seenaknya saja. Begitu juga dengan Kaskus, kami akan tetap menjaga yang kami punya agar kualitasnya bagus,” kata dia kepada ANTARA News usai temu media di Jakarta, Kamis (20/7).

Ardy justru mengaku sedih atas diblokirnya Telegram yang merupakan partner Kaskus, meskipun banyak orang yang mengatakan kepada dirinya bahwa momen ini merupakan kesempatan bagi Kaskus Chat.

“Iya mungkin, tapi enggak perlu begitu lah, ini kue-nya (pasarnya) masih besar,” kata Ardy.

“Sebenarnya sedih juga, kami juga ber-partner dengan Telegram, kami ber-partner dengan worldclass company supaya bisa belajar,” sambung dia.

Salah satu fitur unik yang membedakan Kaskus Chat dengan platform bertukar pesan lainnya adalah adanya mBrankas, fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima uang secara real time yang terintegrasi dengan BranKas (rekening bersama Kaskus).

Pengguna dapat menggunakan mBrankas untuk cek saldo, transfer dan mengecek sejarah transaksi.

Tidak hanya itu, di dalam Kaskus Chat juga terdapat Kaspay yang merupakan platform pembayaran online yang menaungi semua sistem pembayaran di Forum Jual Beli.

Soal keamanan, Ardy mengatakan menjaga data personal pengguna adalah prinsip Kaskus. Dia tidak mempungkiri banyak orang datang menawarkan sejumlah uang untuk membeli data pengguna.

“Dua tahun ini kami benahi masalah kenyamanan, dan juga keamanan karena kami tidak mau sampai data bocor lalu dijual orang. Kami menjaga itu sekali,” ujar Ardy.

“Sebelum kami luncurkan kami melakukan testing dan lain-lain, sehingga apa yang kami rilis memenuhi standar tertentu,” lanjut dia.

Equityworld Futures