Equityworld Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat pada perdagangan rabu pekan ini. Hasil debat calon Presiden amerika SERIKAT masih merasakan penindasan terhadap dolar AS.

Menurut Bloomberg, memperkirakan pada rabu (28/9/2016), yang dibuka rupiah ke nomor 12.934 per dolar AS, dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya di angka 12.955 per dolar AS.

Mulai besok hingga sore ini, rupiah masih mampu bertahan di bawah 13.000 per dolar AS, atau di daerah 12.910 per dolar AS untuk 12.940 per dolar AS. Untuk memperkuat jika dihitung sejak awal tahun, rupiah mampu 6,24 persen.

Sedangkan berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah terikat dalam jumlah 12.926 per dolar AS, menguat dibandingkan dengan patokan hari sebelumnya di angka 13.027 per dolar AS.

Equityworld Futures : Dolar AS juga melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Hal ini membuat Dolar bergerak lebih tinggi. Melemahnya dolar AS pada hari ini masih dipengaruhi oleh hasil debat calon presiden AS kemarin.

“Setelah debat kemarin, banyak pelaku pasar dari perdagangan dalam jangka pendek,” kata analis di Credit Agricole SA David Forrester.

“Dolar AS mungkin tergantung pada risiko break-in dalam jangka-up ke pemilihan presiden AS dan akan, kata jajak pendapat”, Forrester.

Ekonom dari PT Samuel Sekuritas Rangga Cipta menjelaskan, uang tebusan meningkat dengan meningkatnya Deklarasi dan pemulangan Amnesti pajak untuk terus mendorong optimisme di pasar keuangan domestik bahkan dalam situasi, suasana hati yang negatif terhadap pencapaian target pajak sangat rendah.

Rupiah berhasil menguat ke 13.000 per dolar AS pada perdagangan di hari selasa pada waktu yang sama dengan melemahnya dolar AS di pasar Asia. “Hari ini, penguatan rupiah terbatas oleh penguatan dollar AS dan harga minyak pecah dini di pagi hari,” kata Rangga.