Equityworld Futures – Harga emas pada hari Kamis (30/06) di sesi perdagangan Asia mulai melandai seiring dengan investor sebelumnya sudah mencatatkan profit mereka dan kini menunggu sinyal serta tanda-tanda baru dari langkah negara Inggris selanjutnya setelah keluar dari Uni Eropa. Saat berita ini diturunkan, XAU/USD mengalami penurunan sebesar 0.30 persen menjadi 1,315 dolar AS.

harga Emas Turun

 

Sementara itu, pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas futures untuk pengiriman bulan Agustus turun signifikan yaitu sebesar 0.72 persen ke level harga 1,317 dolar AS per troy ons. Sedangkan perak futures untuk pengiriman bulan September naik tipis ke 18.41 dolar AS per troy ons, naik sebesar 0.02 persen dan tembaga futures mengalami kenaikan sebesar 0.59 persen menjadi 2.199 dolar AS per pound.

Dalam sesi perdagangan Rabu malam, harga emas naik ditengah-tengah menguatnya dolar AS seiring dengan adanya fokus terhadap beberapa konsekuensi jangka panjang dari referendum Brexit yang bersejarah pada pekan lalu.

Sejak hasil poling terkait Brexit pada hari Rabu malam pekan kemarin, emas sebenarnya sudah mengalami kenaikan lebih dari 60 dolar AS per ons atau sekitar 4.5 persen. Pada sesi tertingginya pada hari Jumat, logam mulia emas tersebut melambung dan berada di level 1,360 dolar AS menyentuh level tertingginya dlam dua tahun. Sedangkan pada akhir bulan Juni ini, harga emas terpantau masih meningkat lebih dari 20 persen sejak awal tahun dan sudah menguat dalam semester pertama tahun 2016.

Bagaimana Proses Brexit Selanjutnya?

Sementara itu, di Brussels, Presiden Dewan Uni Eropa, Donald Tusk diluar acara EU Summit menyatakan bahwa pihak Uni Eropa tidak akan memulai proses negosiasi dengan Inggris, sampai negara Inggris tersebut melakukan beberapa hal yang sudah tercantum dalam pasal 50 pada perjanjian Lisbon.

Jika Inggris sudah memenuhi isi pasal 50 pada perjanjian Lisbon tersebut, maka selanjutnya akan diadakan negosiasi formal dengan Uni Eropa terkait dengan keluarnya Inggris dari blok tersebut. Proses ini diprediksi akan membutuhkan waktu minimal dua tahun.

Akan tetapi, Perdana Menteri Inggris, David Cameron mengatakan, ia akan memberikan tugasnya terkait Brexit kepada penggantinya nanti setelah ia resmi mundur dari posisi sebagai Perdana Menteri pada bulan September mendatang. – Equity world Futures