Equityworld Futures – Harga emas di sesi perdagangan New York Jumat (5/8) malam turun tajam setelah laporan data Non Farm Payroll AS lebih baik dari estimasi. Penguatan dollar AS pasca NFP jelas memukul harga emas untuk turun lebih rendah dari harga open pekan ini pada tanggal 1 Agustus silam.

Harga Emas

Berdasarkan laporan dari Biro Statistik Tenaga Kerja, Ekonomi AS bulan Juli berhasil menciptakan lapangan kerja sebanyak 255k, jauh diatas prakiraan 180k. Namun secara m-to-m, NFP bulan Juli melambat dibandingkan bulan Juni yang sempat menyentuh angka 292k.

Sebelumnya selama 4 hari beruntun, harga logam mulia emas berada di jalur penguatan dimana pada pembukaan pekan emas berada di level 1349, terus meninggi hingga mencapai puncak di level 1367 pada hari selasa. Setelah itu emas bergerak mendatar serambi menunggu rilis data NFP, apiknya data ADP hari Rabu lalu pun tidak banyak mempengaruhi harga emas dimana hanya turun 0.66 persen ke level 1354.

Sementara itu kemarin, emas sempat meninggi menyentuh harga tertinggi di level 1364 setelah Bank Sentral Inggris memangkas suku bunga menjadi 0.25 persen dan menambah program QE menjadi 435 Milyar Poundsterling. Namun pasca keputusan BoE tersebut, emas belum mampu menyundul level tertinggi pekan ini 1367 lantaran pelaku pasar masih menanti rilis data NFP.

Positifnya data Non Farm Payroll AS malam ini sekaligus memupuskan harapan emas untuk mencatatkan kenaikan mingguan untuk kedua kalinya, malahan emas terperosok dibawah harga open weekly 1349 dan menuju pelemahan terbesar dalam periode satu pekan. Saat ini emas diperdagangkan di level 1338 USD per troy ounce atau telah melemah sebanyak 1.7 persen selama sesi New York malam ini. – Equity world Futures