Equity World Futures – Saham-saham AS berakhir lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah tertatih-tatih dalam kisaran ketat, karena para investor menyambut kenaikan kuat harga minyak.

Saham-saham AS menguat didorong kenaikan harga minyak, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 66,77 poin

Harga minyak dunia naik ke tingkat tertinggi baru 2016 untuk hari ketiga berturut-turut pada Rabu (Kamis pagi WIB), akibat gangguan pasokan di Nigeria dan data yang menunjukkan persediaan minyak AS turun.

Tahun ini, harga minyak Brent dan WTI awalnya meningkat karena didorong oleh ekspektasi akan pembatasan produksi minyak OPEC. Setelah kegagalan diskusi seputar pembatasan produksi, reli harga berlanjut terutama karena didorong oleh berbagai masalah di negara-negara produsen minyak, mulai dari pemogokan karyawan migas Kuwait, kebakaran besar di Kanada, resesi Venezuela, dan ketidakstabilan keamanan di Timur Tengah dan Afrika.

Harga Minyak Dunia Equity World Futures

Produksi AS Diekspektasikan Turun Terus Sepanjang 2016

Dalam outlook sektor energi jangka pendeknya hari Selasa kemarin, EIA memaparkan bahwa pihaknya memperkirakan produksi minyak mentah AS akan tetap terus menurun sepanjang 2016 dan 2017. Tepatnya, tahun ini produksi diprediksi turun 830,000 bph, sedangkan penurunan tahun depan berkisar antara 410,000 bph. Bersamaan dengan itu, EIA juga meningkatkan ekspektasi permintaan minyak dalam negeri-nya.

Baca: Saham-saham AS menguat didorong kenaikan harga minyak | EWFAnalisa

Ke depan, pasar menantikan data pekanan tentang persediaan minyak mentah AS. Laporan dari American Petroleum Institute (API) yang dirilis dini hari tadi menunjukkan bahwa inventori berkurang sebanyak 3.6 juta barel pekan lalu. Sementara itu, survei Reuters menyebutkan data yang sama kemungkinan bakal menyusut 2.7 juta barel, menandai penurunan tiga pekan berturut-turut.

Equity World Harga Minyak Dunia

Lembaga Energy Information Administration (EIA) yang merupakan bagian dari Departemen Energi AS akan mempublikasikan angka inventori resmi malam nanti. Ini merupakan salah satu data berdampak tinggi bagi harga minyak mentah dunia, khususnya WTI.