Equityworld Futures – Harga minyak mentah kembali reli pada perdagangan hari Senin ini seiring dengan pelemahan Dolar pasca mengecewakannya data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis akhir pekan lalu. Selain itu, meski masih ada keraguan tentang prospek akan tercapainya kesepakatan pembekuan produksi pada pertemuan negara-negara produsen minyak mendatang, tetapi sebuah pengumuman dadakan dari Rusia dan Saudi mendorong harga minyak naik lebih tinggi.

Saudi-Rusia

 

Kesangsian Analis

Para analis masih pesimis akan kemungkinan tercapainya kesepakatan dalam pertemuan di Aljazair tanggal 26-28 September 2016.

Tony Nunan, Manajer Risiko Perminyakan di Mitsubishi Corp Jepang mengatakan pada Reuters, “Meski akan ada diskusi di Aljazair, tak ada kesan kuat bahwa ada sesuatu yang bisa dilakukan, jadi suplai akan tetap tinggi”. Selain itu, menurut Nunan, “Posisi Arab Saudi belum berubah. Mereka bersedia melakukan hal semacam pembekuan produksi jika Iran dan produsen minyak mayor lainnya bergabung.”

Padahal, Iran yang merupakan produsen minyak terbesar ketiga di OPEC telah berulang kali menegaskan akan terus menggenjot output. Baru-baru ini, seorang pejabat senior di National Iranian Oil Company menyatakan negeri itu siap menaikkan output hingga 4 juta bph dalam beberapa bulan ke depan, tergantung permintaan pasar.

 

Joint Statement Rusia-Saudi Diharap Topang Harga

Terlepas dari kesangsian tentang rencana pembekuan produksi, harga minyak menanjak setelah rilis laporan ketenagakerjaan Amerika akhir pekan lalu memburuk. Dolar AS awalnya sempat bertahan, tetapi perlahan melemah dipenghujung sesi perdagangan Asia hari ini. Hal ini memicu penguatan mata uang-mata uang lainnya dan harga-harga komoditas, termasuk minyak mentah. Saat berita ini diturunkan, minyak mentah Brent berada pada harga $48.92 dan WTI pada $46.14 per barel.

Pekan lalu, pelemahan harga minyak dihentikan oleh pernyataan para pejabat tinggi Rusia yang mendukung upaya pembekuan produksi. Diantaranya dari Presiden Vladimir Putin dan Menteri Energi Alexander Novak.

Sementara itu, Arab Saudi dan Rusia baru saja dikabarkan kemungkinan akan menggelar pertemuan pada pertemuan OPEC berikutnya pada bulan November di Wina, Austria. Kedua negara juga dilaporkan bakal mengadakan joint statement guna membahas tentang upaya menstabilkan pasar minyak pada pertemuan G20 di China yang sedang berlangsung. – Harga Minyak Kembali Reli | Equity world Futures