Equityworld Futures – Hingga sesi perdagangan pagi ini (8/8), harga minyak mentah terus reli. Di New York Mercantile Exchange, harga minyak mentah AS untuk pengiriman September naik ke $41.86 per barel, sementara di ICE Futures Exchange London, minyak Brent untuk pengiriman Oktober berada pada $44.28 per barel. Namun demikian, harga masih berada di level rendah secara tahunan dan menimbulkan dilema di kalangan pelaku pasar.

Harga Minyak

Pekan lalu, harga minyak sempat terperosok akibat pekatnya kekhawatiran terkait limpahan surplus global. Namun, harga kemudian rebound karena para spekulator melakukan aksi profit-taking atas dasar perkiraan bahwaprodusen minyak tak bisa break even di harga $40, sehingga jika minyak sudah melandai di bawah level tersebut maka diharapkan akan memicu penurunan supply.

Pada hari Jumat, reli harga minyak tertahan akibat penguatan Dolar pasca rilis data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan dan mengantar mata uang tersebut menguat terhadap berbagai mata uang mayor. Harga minyak biasanya melemah ketika mata uang AS ini menguat, karena minyak yang diperdagangkan dalam Dolar akan menjadi lebih mahal bagi pengguna mata uang lainnya. Meski demikian, dalam hitungan pekanan harga minyak masih ditutup lebih tinggi dibanding pembukaan.

Awal pekan ini, para pelaku pasar nampaknya agak terbelah dua. Data Commitments of Traders (COT) CFTC menunjukkan bahwa posisi short pada futures dan options, dimana spekulan memperkirakan harga akan turun, telah meningkat nyaris dua kali lipat dalam tiga pekan terakhir. Di saat yang bersamaan, posisi long netto, dimana spekulan memproyeksikan harga akan naik, melorot 28% ke level terendah sejak bulan Januari, tetapi secara keseluruhan masih positif dan mengindikasikan bahwa pasar masih optimis.

Trader minyak Andy Hall dari Astenbeck Capital Management LLC mengatakan pada Bloomberg bahwa pasar minyak bersiap-siap untuk pergerakan berbalik keras ke arah atas. Pasalnya, Hedge Funds telah menghasilkan banyak uang dari posisi short mereka atas minyak beberapa pekan ini dan pastinya akan mulai menutup posisi spekulatif mereka tersebut. Hal itu bisa membuat pasar rawan mengalami rebound.

Ke depan, pelaku pasar akan menantikan rilis data persediaan minyak mentah AS dan gasolin dari American Petroleum Institute (API) pada hari Selasa malam dan US Energy Information Administration (US EIA) pada hari Rabu malam. Selain itu, akan ada juga laporan dari Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) dan International Energy Agency yang bakal dipantau guna mengetahui perkiraan level supply dan demand minyak global terkini. – Equity world Futures