Equityworld Futures – Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI), Senin, ditutup kembali bergerak menguat sebesar 17,32 poin, meski sempat bergerak negatif pada sesi awal perdagangan.

“IHSG bergerak menguat meski sempat tertekan di awal sesi perdagangan. Investor asing yang masih melakukan aksi beli menjadi salah satu pendorong penguatan indeks BEI,” kata analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta, Senin.

IHSG BEI ditutup naik 17,32 poin atau 0,33 persen menjadi 5.127,50, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 3,07 poin (0,35 persen) menjadi 880,56.

Berdasarkan data BEI, investor asing membukukan beli bersih (foreign net buy) senilai Rp44,404 miliar pada hari ini.

Lanjar Nafi mengatakan bahwa akan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai amnesti pajak menjadi salah satu sentimen yang menopang IHSG hingga akhir sesi perdagangan di tengah kondisi harga saham di dalam negeri sudah cenderung masuk dalam area jenuh beli.

Kebijakan amnesti pajak itu berdasarkan Undang-Undang (UU) nomor 11 tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak yang disahkan dan diundangkan pada 1 Juli 2016.

Pengampunan pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan sebagaimana diatur dalam UU itu..

Namun, menurut dia, IHSG BEI diproyeksikan bergerak di kisaran terbatas di level 5.055-5.160 poin pada perdagangan selanjutnya karena faktor teknis menunjukan momentum jenuh beli.

Sementara itu, analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa kondisi jenuh beli bersifat jangka pendek sehingga masih dapat dijadikan kesempatan untuk mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi besar dan lapis dua.

“Skenario kenaikan indeks BEI berpotensi menyentuh level batas atas ke level 5.150 hingga 5.200 poin,” kata Yuganur.

Frekuensi perdagangan saham di BEI pada Senin ini tercatat mencapai 272.773 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,323 miliar lembar saham senilai Rp7,324 triliun. Terdapat 166 saham naik, 142 saham turun, dan 90 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 143,93 poin (0,56 persen) ke level 21.803,18, indeks KOSPI naik 3,85 poin (0,19 persen) ke level 2.021,11, dan Straits Times menguat 0,33 poin (0,01 persen) ke posisi 2.925,02. – Equity world Futures