Equityworld Futures – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ditutup turun sebesar 10,27 poin atau 0,19 persen menjadi 5.371,07.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 3,02 poin (0,32 persen) menjadi 924,86.

“IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan rentang pergerakan yang relatif sempit di tengah sentimen dari eksternal yang bervariasi,” kata Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya di Jakarta.

Menurut dia, sentimen dari dalam negeri mengenai cadangan devisa Indonesia periode Agustus yang meningkat serta fluktuasi nilai tukar rupiah yang stabil, masih menjaga pola gerak IHSG untuk tidak tertekan lebih dalam.

Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Agustus 2016 sebesar 113,5 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Juli 2016 sebesar 111,4 miliar dolar AS.

Menurut dia, pelaku pasar saham di dalam negeri tidak terlalu agresif melakukan transaksi, jelang rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada September. Harga minyak mentah dunia yang masih berfluktuasi, juga ikut memengaruhi keputusan pelaku pasar saham.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan walaupun diwarnai oleh aksi jual, namun sebagian pelaku pasar masih melakukan pembelian terhadap saham-saham berkapitalisasi besar dan lapis dua.

“Aksi beli diperkirakan masih dapat berlanjut untuk menopang kenaikan IHSG jangka pendek,” katanya.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan saham di BEI mencapai 266.147 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 5,12 miliar lembar saham senilai Rp5,57 triliun.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 177,53 poin (0,75 persen) ke level 23.919,34, indeks Nikkei turun 53,67 poin (0,32 persen) ke level 16.958,77, dan Straits Times melemah 4,49 poin (0,16 persen) posisi 2.889,16. – IHSG ditutup turun 10,27 poin | Equity world Futures