Equityworld Futures – Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI) Kamis dibuka naik tipis sebesar 0,26 poin atau 0,01 persen menjadi 4.734,96.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 0,10 poin (0,01 persen) menjadi 809,97.

“IHSG bergerak mendatar dengan penguatan tipis pada awal sesi, namun kemudian bergerak melemah seiring dengan bursa saham di kawasan Asia,” kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan bahwa sentimen mengenai risalah Komisi Pasar Bebas Federal (FOMC) pada April lalu yang menunjukkan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada Juni menjadi salah satu faktor yang menahan laju IHSG.

Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pelaku pasar juga sedang menantikan hasil Rapat dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia mengenai kebijakan suku bunga acuan (BI rate). Situasi itu membuat pelaku pasar cenderung mengambil posisi wait and see.

Selain itu, ia menambahkan bahwa nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan menambah sentimen negatif bagi pasar saham di dalam negeri. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi terpantau melemah 51 poin menjadi Rp13.438 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.387 per dolar AS.

Ia mengharapkan bahwa ada kebijakan baru yang dikeluarkan Bank Indonesia agar dapat menjaga kinerja pasar saham di dalam negeri sehingga aksi beli kembali meningkat.

Analis Mandiri Sekuritas Hadiyansyah mengatakan bahwa secara teknikal, IHSG berada di bawah garis level batas bawah jangka menengah. Estimasi pergerakan indeks hari ini (19/5) berada di 4.700-4.758 poin.

“Investor mulai dapat mengurangi proporsi pada ekuitas dan menambah proporsi pada dana kas untuk antisipasi,” katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 157,80 poin (0,80 persen) ke level 19.668,61, indeks Nikkei naik 14,71 poin (0,09 persen) ke level 16.659,40, dan Straits Times melemah 20,81 poin (0,73 persen) ke posisi 2.756,36. – Equity world Futures