Equityworld Futures – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka turun sebesar 34,62 poin seiring dengan bursa saham di kawasan Asia.

IHSG BEI dibuka turun sebesar 34,62 poin atau 0,80 persen menjadi 4.312,65, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 8,85 poin (1,21 persen) menjadi 723,37.

“Penurunan bursa saham Asia pada pagi ini mempengaruhi pelaku pasar saham di dalam negeri untuk melakukan aksi lepas sehingga IHSG mengalami tekanan,” kata analis dari Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan bahwa pelaku pasar saham juga masih menanti hasil rapat the Fed mengenai rencananya untuk menaikan suku bunga acuannya. Jika keputusan the Fed menaikan suku bunga maka potensi gejolak pasar keuangan di negara berkembang cukup tinggi.
“Pelaku pasar cenderung mengambil langkah antisipatif dengan melepas saham untuk mengamankan nilai asetnya,” katanya.
Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengharapkan bahwa kebijakan pemerintah yang melonggarkan regulasi bisnis yang bertujuan untuk menarik investasi asing dapat mengimbangi sentimen eksternal sehingga penurunan IHSG tidak terlalu dalam.

Ia mengemukakan bahwa pemerintah telah menyederhanakan atau menghilangkan peraturan yang dianggap menghambat bisnis dan investasi, termasuk lisensi usaha dan izin perdagangan.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga mengumumkan “tax holiday” mulai dari lima tahun hingga 15 tahun bagi perusahaan baru yang berinvestasi setidaknya Rp1 triliun pada seluruh bidang industri.

Sementara itu, bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 483,46 poin (2,18 persen) ke level 21.647,85, indeks Nikkei turun 585,08 poin (3,12 persen) ke level 18.165,11 dan Straits Times melemah 52,12 poin (1,78 persen) ke posisi 2.876,86. – Equity world Futures