Ini pengalaman Anggun jadi juri “Asia’s Got Talent”

Jakarta (ANTARA News) – Penyanyi internasional asal Indonesia, Anggun mengaku bangga dapat menjadi salah satu juri dalam ajang pencarian bakat se-Asia, Asia’s Got Talent.

“Bangga dan senang sekali dapat menjadi juri bersama dengan juri-juri lain yang sangat rendah hati,” kata Anggun dalam acara temu media di Jakarta, Kamis.

Di bangku dewan juri Asia’s Got Talent, Anggun ditemani tiga juri lainnya yakni musisi Kanada pemenang 16 Piala Grammy, David Foster, bintang pop asal Inggris yang juga mantan anggota dari Spice Girl, Melanie C, dan bintang idola berdarah Taiwan-Amerika yang dulu tergabung dalam F4 Van Ness Wu.

Anggun melihat banyak sekali bakat-bakat muda di Asia, mulai dari penyanyi, penari, pemusik hingga atraksi-atraksi yang memukau dan mengocok perut.

“Kami melihat lebih dari 200 orang, ada yang benar-benar berbakat jadi penyanyi bahkan pelawak, tapi polesannya belum bagus,”

Namun, dari sinilah, menurut Anggun, para juri dapat melihat sesuatu atau bakat “mentah” para peserta audisi yang nantinya akan dapat lebih matang dengan mengikuti ajang pencarian bakat itu.

Setiap penampilan di Asia’s Got Talent harus mendapatkan setidaknya tiga dukungan dari dewan juri. Setiap juri memiliki satu kesempatan untuk menggunakan golden buzzer yang dapat langsung meloloskan satu penampilan langsung ke babak final.

Uniknya, pemilik nama lengkap Anggun Cipta Sasmi tersebut mengaku dapat “berwisata” melalui ajang ini.

“Ada dari negara Mongolia, masuk dan bolehlah, bahkan aku sendiri belum pernah ke Mongolia. Kesannya diajak wisata, ini sesuatu yang paling aku suka,” ujar Anggun.

Anggun mengatakan pemenang kompetisi ini akan mendapatkan uang senilai 100.000 dolar AS dan mendapatkan kesempatan untuk tampil di Marina Bay Sands.

Meski demikian, talent show millik Simon Cowell ini menurut Anggun hanya sebagai batu loncatan untuk para pemilik bakat untuk meniti karir.

“Ajang ini hanya sebagai paltform mereka menunjukan talent mereka. Ini hanya batu loncatan. Bagaimana mereka bisa membuat platform ini bisa digunakan se-maksimal mungkin atau tidak tergantung mereka,” kata anggun.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2015