PT EQUITYWORLD FUTURES – Korban tewas akibat hantaman truk di tengah perayaan Hari Bastille di Kota Nice, Prancis, terus bertambah. Aparat setempat menyebut sedikitnya 60 orang telah meninggal dunia.

Insiden terjadi di Promenade des Anglais, saat banyak orang berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan kembang api.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menyatakan insiden truk yang menghantam kerumunan orang di Kota Nice, Prancis, sebagai sebuah serangan teroris.

Dalam pernyataan resmi, Obama mengecam sekeras mungkin kejadian yang tampaknya sebuah “serangan teroris mengerikan di Nice.”

Baca: Hollande: Prancis akan tingkatkan pengeboman terhadap ISIS

“Doa kami beserta keluarga dan orang-orang tercinta lainnya yang meninggal dunia,” kata Obama.

Korban tewas dan cedera akibat insiden truk di Nice terus bertambah selagi aparat Prancis melakukan penanganan.

PT EQUITYWORLD FUTURES, Lebih lanjut, Obama mengaku telah meminta jajaran di bawahnya untuk memberi bantuan kepada aparat Prancis.

“demi menyelidiki serangan ini dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke ranah hukum.”

Wali Kota Nice (baca: Nis), Christian Estrosi, mengatakan korban tewas akibat hantaman truk telah mencapai 77 orang.

Estrosi juga mengatakan truk tersebut mengangkut senjata dan granat. Adapun supir truk telah tewas ditembak.

Kantor berita AFP melaporkan para penyelidik anti-terorisme telah mengambil alih investigasi kasus ini.

Baca: Bom di Pusat Kota Istanbul Turki Serang Bus Polisi 7 Juni 2016

Insiden terjadi di Promenade des Anglais, saat banyak orang berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan kembang api.

Jaksa Prancis, Jean-Michel Pretre, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, mengatakan truk itu melaju terus sambil menabrak kerumunan orang hingga sejauh dua kilometer.

Keadaan saat kejadian

Sejumlah saksi mata, seperti Will Shore yang berada di dekat lokasi kejadian, mengaku mendengar suara tembakan.

Seorang saksi mata mengatakan kepada stasiun televisi Prancis, BFM, “Semua orang berteriak lari, lari, lari, ada serangan, lari, lari, lari. Kami mendengar beberapa tembakan. Kami pikir itu kembang api karena tanggal 14 Juli.”

Kepala daerah Alpes-Maritimes, Sebastien Humbert, mengatakan kepada BFM bahwa supir truk tersebut telah tewas ditembak.

(Kenzo/AFP/BBC)