Samarra, Irak (ANTARA News) – Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meledakkan satu-satunya jembatan yang membelah Sungai Tigris di seluruh wilayah Tikrit, Selasa waktu setempat, begitu pasukan militer Irak mengepung kota itu, kata sumber-sumber keamanan seperti dikutip AFP.

“Jembatan itu telah diledakkan oleh Daesh,” kata seorang kolonel polisi merujuk akronim Bahasa Arab untuk ISIS. “Seluruh bagian di ujung barat jembatan itu ambruk.”

Seorang letnan kolonel militer berkata, “Tujuan mereka adalah memperlambat gerak maju tentara Irak karena jembatan itu adalah satu-satunya jalan masuk ke Tikrit dari sisi timur.”

Desa Albu Ajil yang diduduki kembali pasukan Irak pada Minggu, terletak di sisi timur sungai tersebut, sebagaimana halnya kota Al-Alam di mana para petempur ISIS yang diusir dari area perkotaan tengah berkonsolidasi.

Ad-Dawr, kota lainnya di mana petempur ISIS berusaha menghadapi operasi besar-besaran yang dilancarkan pada 2 Maret untuk menduduki lagi Tikrit, terbentang di selatan kota di tepi timur Sungai Tigris.

Pada komandan tentara dan unit milisi Mobilisasi Rakyat yang dikendalikan pemerintah telah mendekati tiga pusat perkotaan dalam sepekan terakhir.

Mereka mangatakan tujuan mereka adalah mengepung Tikrit, sebuah kota Sunni yang terletak sekitar 160 km sebelah utara Baghdad yang sejak sembilan lalu dikuasai ISIS.

Kota yang menjadi kampung halaman mantan presiden Saddam Hussein itu adalah target paling sulit dari pasukan pemerintah dan milisi yang mulai berbalik menang sejak akhir tahun lalu.

Operasi ke Tikrit ini melibatkan 30.000 orang yang didukung pesawat-pesawat tempur Irak.

ISIS diyakini hanya tinggal beberapa ratus orang di dalam kota Tikrit, namun pasukan pemerintah mengatakan gerak maju mereka diperlambat oleh banyaknya tebaran bom jalanan dan ranjau yang ditanam oleh ISIS di seluruh penjuru kota, demikian AFP.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2015