Equityworld Futures – Bank Sentral Inggris (BoE) diperkirakan kuat akan memotong suku bunga untuk pertama kalinya sejak Maret 2009 pada hari Kamis (04/Agustus) dalam rapat kebijakan moneternya yang akan berakhir petang nanti.

mark_carney

Pasar sudah mengantisipasi kemungkinan Gubernur BoE, Mark Carney, akan mengumumkan reduksi suku bunga dari 0.5 persen menjadi 0.25 persen, walaupun bulan lalu komite BoE di MPC memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga. Para ekonom memprediksi kebutuhan akan pemotongan suku bunga pasca referendum Inggris untuk keluar dari Uni Eropa.

Ada kenaikan tekanan bagi BoE untuk segera mengambil tindakan mengingat data-data ekonomi Inggris terbilang mengecewakan dalam beberapa waktu terakhir. Dengan penurunan drastis yang terjadi pada sektor jasa, mengendurnya aktivitas pabrikan, serta melambatnya industri konstruksi, sejumlah besar ekonom menyatakan bahwa inilah saatnya bagi BoE untuk segera mengambil tindakan.

Inilah Saatnya BoE Bertindak Lebih Serius

“Data-data ekonomi Inggris, semenjak referendum, telah melemah cukup tajam. Ada kebutuhan nyata akan stimulus yang lebih banyak sekarang,” kata Samuel Tombs, Kepala Ekonom di Pantheon Macroeconomics, kepadaBBC.

Senada dengan Tombs, David Blanchflower, mantan anggota MPC yang sekarang menjadi Guru Besar di Dartmouth College di AS mengatakan, bank sentral Inggris harus, atau setidaknya, memotong tingkat suku bunga:

“Jika data berbalik (naik), barulah BoE bisa memundurkan pemotongan suku bunga.” kata David Blanchflower. “Apabila mereka tidak mengambil tindakan sementara kondisi sudah benar-benar butuh ditindak, maka situasi akan jadi lebih parah.”

Ini Masalah Politik, Kebijakan Moneter Bukan Solusi

Pendapat sedikit berbeda datang dari Andrew Sentance, yang juga mantan anggota MPC yang kini menjadi penasihat ekonom senior di PwC, kepada BBC, Sentance mengatakan bahwa pengurangan rate dalam hal ini adalah gerakan yang buang-buang waktu.

“Saya tak akan terkejut jika BoE akhirnya memotong suku bunga, namun saya kira itu bukanlah keputusan yang tepat untuk saat ini,” kata Sentance. “Keterkejutan yang memukul perekonomian berasal dari sisi politik. Hal ini mengguncang salah satu dasar ekonomi, (namun) merupakan sesuatu yang kurang tepat untuk diselesaikan melalui kebijakan moneter.”

Sentance juga menyinggung pilihan QE yang juga dimiliki oleh BoE, namun, QE juga tidak akan efektif dan kurang menarik jika dibandingkan dengan pemotongan suku bunga. Rapuhnya pasar finansial saat ini tidak sama dengan tahun 2009, tetapi bisa lebih buruk. Sentance tak mengutarakan solusi kongkrit bagi kondisi saat ini.

GBP/USD diperdagangkan flat dan sedikit mundur menjelang kebijakan BoE pada posisi $1.3328. Menurut analisReuters, Pounds Sterling mungkin akan naik ke atas level $1.35 jika bank sentral hanya memotong suku bunga 25bp saja. – Equity world Futures