Jakarta (ANTARA News) – Anggota DPR RI Benny K Harman berharap presiden terpilih, Joko Widodo bisa meniru dan melanjutkan penegakan hukum seperti yang sudah diperlihatkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Presiden SBY selama 10 tahun memimpin pemerintahan memperlihatkan sikap taat azas dengan tidak mengintervensi apalagi memanfaatkan institusi hukum yang berada di bawah pengaruhnya untuk kepentingan pribadi, kelompok, partai dan golongan tertentu,” kata anggota Fraksi Partai Demokrat DPR itu di Jakarta, Kamis.

Ketua Departemen Hukum DPP Partai Demokrat itu  menambahkan, yang menjadikan kebanggaan dirinya terhadap SBY selama 10 tahun adalah tidak tergoda untuk mempertahankan stabilitas kekuasaan, dan pemerintahannya menjadikan hukum sebagai instrumen untuk mengendalikan dan mengontrol kebebasan warga termasuk kebebasan berkumpul dan kebebasan pers untuk menjamin hak menyatakan pendapat secara terbuka.

Di bidang bidang pemberantasan korupsi, Presiden SBY terbukti konsisten mendorong dan menjaga KPK tetap menjadi komisi negara yang independen untuk mempercepat dan memimpin aksi pemberanatasan korupsi. Presiden SBY tidak pernah melindungi orang-orang dekatnya yang terbukti memanfaatkan kedudukannya untuk melakukan korupsi,” katanya.

Selain itu, pemerintahan SBY tidak pernah melindungi dan mengintervensi KPK dalam pemberantasan korupsi. Capaian tersebut, kata Benny sebaiknya dilanjutkan pada pemerintahan yang akan datang.

“Presiden Jokowi diminta agar melanjutkan hal-hal positif dalam bidang penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang telah dicapai dan dirintis Presiden SBY selama 10 tahun pemerintahannya,” katanya.

Benny juga memastikan bahwa Partai Demokrat di parlemen menjadi garda terdepan untuk membela kelompok-kelompok yang hendak menggangu tatanan sistem demokrasi demi tegaknya Indonesia hebat yaitu Indonesia bebas korupsi, adil, demokratis, dan sejahtera.

“Kedepan pemerintahan Jokowi jangan pandang bulu dalam penegakan korupsi, meskipun itu ada dijajaran pemerintahnya,” ujarnya. ( Zul)

Editor: Ruslan Burhani