Jakarta (ANTARA News) – Keluarga Besar Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) telah melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) di Kendari, Sulawesi Tenggara, 7-9 Noember 2014 dengan menetapkan agenda yaitu mengawal Pemerintahan Presiden Joko Widodo – Wapres Jusuf Kala (Jokowi-JK).

Sekjen Kagama DKI Jakarta, Anton Mart Irianto dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, mengatakan hasil Munas telah melahirkan dua pemimpin Indonesia yang siap membesarkan nama Kagama di mata masyarakat.

“Peserta Munas sepakat memilih secara musyawarah dan mufakat yaitu Ganjar Pranowo sebagai Ketua Umum, Budi Karya sebagai Ketua Harian dan Sultan Hamangkubuwono X sebagai Dewan Pertimbangan Kagama periode 2014-2015,” kata Anton.

Selanjutnya, tim formatur yang berjumlah 9 orang akan membentuk kepanitiaan dan dalam Munas di Kendari, kata Anton, juga telah dibentuk komisi-komisi diantaranya komisi organisasi, program kerja dan komisi rekomendasi.

“Kagama di bawah Pak Ganjar dan Pak Budi ini sudah sangat tepat. Artinya ada sebuah regenerasi kepemimpinan. Kami optimalkan potensi teman-teman atau adik-adik untuk bergerak bersama di Kagama,” ujarnya.

Kagama, kata Anton juga bertanggungjawab untuk mengawal visi misi pemerintahan Jokowi-JK karena Presiden Jokowi adalah alumni Kagama.

Kagama juga akan menggerakan kembali pengurus-pengurus daerah untuk bisa membantu Presiden Jokowi menjalankan roda pemerintahannya.

Ketika dihubungi secara terpisah, Budi Karya membenarkan dirinya terpilih sebagai Ketua Harian untuk mendampingi Ketua Umum Ganjar Pranowo.

Mantan Dirut PT Ancol tersebut mengatakan Munas Kagama tersebut diawali dengan seminar besar yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dengan tema besar tentang kemaritiman.

“Kurang lebih hadir 1.000 orang peserta. Seminar ini mendapat sambutan hangat dari Presiden dan peserta karena memang sejalan dengan visi misi pemerintah. Apalagi dilaksanakan di Indonesia Timur yang kekayaannya ada di laut,” kata Budi Karya.

Editor: B Kunto Wibisono