Bogor (ANTARA News) – Kelurahan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat tampil menjadi juara dalam Lomba Mulung Sampah Ciliwung 2015 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan bersama Komunitas Peduli Ciliwung.

“Piala bergilir Lomba Mulung Ciliwung akan diserahkan pada Rapat Paripurna Hari Jadi Bogor (HJB) ke-533 3 Juni mendatang,” kata Koordinator Lomba Mulung Ciliwung Muhammad Muslich, di Bogor, Minggu.

Lomba Mulung Sampah Ciliwung berlangsung, Sabtu (30/5) kemarin, diikuti 350 relawan dan ratusan masyarakat di 13 kelurahan yang berada di sepanjang aliran Sungai Ciliwung, mulai dari hulu Katulampa, hingga hilir.

Dalam lomba tersebut warga dan relawan disebar di 45 lokasi pemulung, mulai dari hulu hingga hilir Sungai Ciliwung di Kota Bogor. Dari hasil lomba tersebut berhasil mengangkut 2.500 karung berisi sampah an-organik.

“Kelurahan Tanah Sareal kembali menjadi juara bertahan, disusul Kelurahan Sempur,” kata Muslich.

Ia mengatakan, penilaian Lomba Mulung Sampah Ciliwung berdasarkan kriteria jumlah warga yang berpartisipasi, jumlah karung yang berhasil diangkat, dan kreativitas warga pada saat melakukan mulung sampah.

“Kelurahan Tanah Sareal meraih nilai 3.292 poin, disusul keluruahan Sempur dengan nilai 2.054 poin,” katanya.

Muslich menyebutkan, Lomba Mulung Sampah Ciliwung merupakan agenda tahunan yang diprakarsai oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) sejak 2009. Lomba tersebut telah masuk ke dalam agenda Pemerintah Kota Bogor dalam memperingati Hari Jadi Bogor.

Ia mengatakan, selama enam kali penyelenggaraan lomba mulung, ribuan warga Kota Bogor telah mengangkat sampah sebanyak 11.435 karung berukuran 25-50 kilogram. Pada tahun 2014, lomba melibatkan 1.987 warga yang mengangkat 2.089 karung berisi sampah anorganik dari Ciliwung.

“Pada tahun 2013 Lomba Mulung Sampah Ciliwung berhasil mencetak rekor MURI sebagai kegiatan lomba mulung sampah di sungai dengan jumlah peserta terbanyak,” katanya.

Ia menambahkan, Sungai Ciliwung merupakan sungai yang mengalir dengan panjang kurang lebih 120 kilometer. Sungai tersebut dibentuk dari penyatuan puluhan sungai kecil di Kawasan Taman Nasional Gede Pangrango. Ciliwung mempunyai peran yang sangat penting dalam ekonsistem DAS untuk menopang kehidupan masyarakat, baik di hulu maupun hilir.

“Lomba mulung antar kelurahan pada akhirnya menyediakan ruang bagi semangat kebersamaan dan gotong royong antar warga untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan budaya bersih,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengingatkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam memperbaiki kondisi Ciliwung saat ini.

“Kalau Pemerintah Kota Bogor saja tidak sanggup, tidak cukup , tenaga terbatas, harus didorong oleh warga. Ini Tangung jawab kita semua,” katanya.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2015