Equityworld Futures – Yen Jepang terpukul mundur di awal sesi perdagangan Asia Rabu (27/Juli) hingga siang ini, di tengah ekspektasi tambahan stimulus moneter dari Bank Sentral Jepang (BoJ) yang akan diputuskan akhir pekan ini. Kemerosotan Yen Jepang ini terjadi sehari setelah mata uang tersebut mencetak perolehan terbesarnya dalam bulan ini terhadap Dolar AS.

yen_jepang

“Ekspektasi bahwa Bank Sentral Jepang (BoJ) akan melonggarkan kebijakan pada hari Jumat mendatang masih ada. Pasar masih mengkhawatirkan adanya kejutan dari (Gubernur BoJ) Haruhiko Kuroda,” kata Kyosuke Suzuki, Direktur Forex di Societe Generale.

Penurunan Yen tersebut menyusul laporan Reuters yang menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan Jepang menyangkal kabar jika pihaknya sedang mempertimbangkan penerbitan obligasi 50 tahunan seperti yang sebelumnya dikabarkan oleh Wall Street Journal.

Wall Street Journal sempat menyebutkan bahwa pemerintah juga tengah mempertimbangkan kemungkinan diterapkannya kebijakan Helicopter Money, dan sanggahan dari Kementerian Keuangan tersebut memudarkan spekulasi tentang Helicopter Money yang merebak di pasar.

Yen Jeblok

Yen Jepang jeblok sekitar 0.4 persen menyentuh level 105.06 per Dolar AS, mundur dari level tinggi 103.995 per Dolar yang tercapai di hari Selasa kemarin. Jarum candle Yen terhadap Dolar AS bahkan sempat menusuk level tinggi 106.4985. Selasa kemarin, Yen Jepang menguat 1.1 persen, yang menjadi perolehan terbesarnya sejak tanggal 24 Juni.

Meski demikian, Stephen Innes, analis dari OANDA menyebutkan memperkirakan bahwa BoJ akan menunda kebijakan pelonggarannya hingga bulan September sehubungan dengan masih kuatnya nilai tukar yen. USD/JPY, menurutnya masih mungkin menguji level support di kisaran 103. – Equity world Futures