Jakarta (ANTARA News) – Juru bicara pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan revolusi mental yang diusung Jokowi dalam istilah Islam sama dengan hijrah atau berpindah dari keadaan yang buruk ke keadaan yang lebih baik.

“Revolusi mental itu maksudnya hijrah dari jalan kegelapan menuju jalan kebenaran. Jadi, tak ada kaitannya dengan PKI,” kata Khofifah di Solo, Jawa Tengah, Kamis (3/7) malam.

“Jadi, Pak Joko Widodo mengajak semua elemen bangsa ini hijrah dari keburukan ke kebaikan,” tandas Khofifah sebagaimana dikutip dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Jumat pagi.

Menurut Khofifah, salah satu penyebab banyak pejabat yang terjerat kasus korupsi adalah karena larut dalam gaya hidup mewah, sehingga mendorong yang bersangkutan melakukan perbuatan melanggar hukum.

“Karena itulah, kesederhanaan seorang pemimpin itu penting,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.

Khofifah mengatakan Jokowi-JK adalah tokoh yang sederhana, bertindak dan berbicara apa adanya, bukan karena ada apa-apanya.

“Kami memilih pemimpin yang antara ucapan dan perbuatannya sama. Dan itu ada pada Pak Joko Widodo-Jusuf Kalla,” tuturnya.

Ia pun menyeru agar segala bentuk kampanye hitam dihentikan karena tidak memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat.

“Seharusnya kita beradu keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif para calon, bukan malah memproduksi fitnah,” katanya.

Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan calon presiden-wakil presiden, yakni calon nomor urut satu Prabowo Subianto dengan Hatta Rajasa dan calon nomor urut dua Joko Widodo dengan M Jusuf Kalla. (S024/M026)

Editor: B Kunto Wibisono