Beirut (ANTARA News) – Kurdi Suriah dan sekutu-sekutunya terus maju mendesak ISIS, Selasa waktu setempat, dengan menduduki sebuah kota yang strategis sehari setelah menguasai pangkalan militer di dekat markas besar ISIS di Raqa.

Juru bicara Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dan satu kelompok pemonitor Suriah yang berbasis di London mengatakan pasukan anti-ISIS menduduki Ain Issa setelah merampas pangkalan Brigade 93 malam hari.

“Ain Issa berada dalam penguasaan penuh kami, bersama dengan lusinan desa di daerah sekitarnya,” kata juru bicara YPG Redur Khalil kepada AFP.

Observatorium HAM Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan ISIS telah menarik mundur kekuatannya dari kota itu dan YPG serta pasukan pemberontak lainnya tengah menjinakkan ranjau darat yang ditanam ISIS.

Kejatuhan Ain Issa terjadi setelah ISIS kehilangan kendali di pangkalan Brigade 93 sehari sebelumnya dan kota perbatasan Tal Abyad sekitar sehari sebelumnya.

Ain Issa dan Brigade 93 berada sekitar 53 km arah utara Raqa, yang menjadi ibu kota de facto ISIS.

Keduanya terbentang di jalan tol utama antara wilayah dikuasai Kurdi di Provinsi Aleppo di barat dan Provinsi Hasakeh di timur. Jalur yang sama dikuasai pula ISIS.

“Ini juga garis pertahanan untuk Raqa,” kata Mutlu Civiroglu, seorang analis soal Kurdi. “Mengingat Raka semacam ibu kota untuk khilafah itu, maka gerak maju Kurdi itu menciptakan tekanan besar bagi ISIS.”

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2015