Bandung (ANTARA News) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy, Kota Bandung, Jawa Barat, mulai melakukan pembenahan data seluruh narapidana setelah dokumen tersebut ludes terbakar saat kerusuhan narapidana, Sabtu (23/4).


“Kita sudah dapat input data dari pusat dari Ditjen Pemasyarakatan,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kantor Wilayah Jawa Barat, Agus Toyib, kepada wartawan di Bandung, Senin.

Ia menuturkan kerusuhan yang berujung aksi pembakaran kantor Lapas Banceuy itu menyebabkan seluruh dokumen internal kantor maupun indentitas para narapidana ludes terbakar.

Dokumen itu, menurut dia, meliputi identitas diri, masa hukuman hingga waktu pembebasan narapidana.

“Meskipun tidak ada, tidak menjadi kendala dalam manajeman data warga binaan,” katanya.

Ia menjelaskan dokumen yang ludes terbakar di Lapas Banceuy dimiliki juga di Kemenkumham Pusat.

Kemenkuham Jabar sudah mendapatkan kembali data tersebut kemudian diserahkan kepada Kepala Lapas Banceuy untuk dilakukan proses lebih lanjut.

“Kami juga transfer data ke pusat, jadi malam pertama kejadiannya, malamnya kita sudah dapat data dan diserahkan ke Kalapas,” katanya.

Sementara itu, warga binaan Lapas Banceuy Bandung tercatat 794 orang, jumlah yang melebih kapasitas dari batas yang ditetapkan sebanyak 440 orang.

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2016