Roma (ANTARA News) – Maskapai swasta terbesar Indonesia, Lion Air Group, Kamis sore waktu Italia (Kamis malam WIB), resmi menjadi maskapai pertama di dunia yang membeli 100 unit pesawat turboprop ATR-72 dan sekaligus menjadi pembeli pesawat ATR terbanyak di dunia, setelah memesan lagi 40 pesawat ATR 72-600 melalui kontrak yang ditandatangani di Roma, Italia, di hadapan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi.

“Lion Air menjadi pemesan pertama yang membeli 100 unit pesawat ATR,” kata CEO ATR Patrick de Castelbajac dalam acara penandatangan kontrak bersama CEO Lion Air Group Rusdi Kirana yang berlangsung di kantor kabinet pemerintah Italia di Roma, Kamis.

Pada 2008, Lion Air sudah memesan 60 unit ATR-72 dengan pengiriman terakhir akhir tahun 2015 sehingga total yang sudah dipesan (termasuk yang sudah dioperasikan) adalah 100 unit.

Kontrak untuk 40 ATR 72-600 yang baru ini bernilai 1 miliar dolar AS dan disebut oleh pihak ATR sebagai kontrak terbesar yang dialami produsen pesawat Italia-Prancis itu dalam kurun 20 tahun terakhir.

Di hadapan Rusdi Kirana, Matteo Renzi, media massa Italia dan Indonesia serta media asing seperti Reuters, de Castelbajac mengatakan, pembelian ini menjadi tonggak bagi ATR, selain juga bagi Italia.

“Kami merasa terhormat bisa bekerjasama dengan Lion Air,” kata de Castelbajac.

Rusdi Kirana sendiri menilai kesepakatan ini sebagai langkah penting bagi kedua belah pihak.

Rusdi juga menyampaikan bahwa maskapainya dalam lima tahun terakhir menjadi pembeli terbesar pesawat berbadan lebar Boeing dan Airbus.

Dia juga mengutarakan beberapa kesamaan antara Italia dan Indonesia yang semestinya memperat hubungan bisnis kedua negara, termasuk dalam soal pengembangan industri penerbangan.

Sedangkan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi menyambut antusiastis kesepakatan bisnis besar ini.

“Kesepakatan ini sangat penting bagi kami,” kata Renzi.

Dengan agak berseloroh, Renzi bahkan berkata kepada Rusdi bahwa pihak Italia siap berada di Indonesia dalam rangka kerjasama bisnis berikutnya..

“Kesepakatan mendatang tidak akan dilakukan di Italia atau Prancis, namun di negeri Anda, Indonesia,” kata Renzi yang kemudian dianggap Rusdi sebagai selorohan semata dari Renzi.

ATR (Aerei da Trasporto Regionale) adalah pesawat turboprop jarak pendek yang dibuat bersama Prancis dan Italia, hasil konsorsium Aeropspatiale, Prancis dan Finmeccanica-Alenia Aermachhi, Italia.

Produk utamanya adalah ATR 42 dan ATR 72.  ATR 42 berkapasitas duduk 40-50 penumpang, sedangkan ATR 72 yang akan dibeli Lion Air berkapasitas 74 penumpang yang dioperasikan dua pilot.