Equityworld Futures – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ingin mengintegrasikan pengelolaan pelabuhan guna mendukung program tol laut sekaligus mendorong kinerja tata kelola kepelabuhan Indonesia.

“Kami mau intergrasikan Pelindo I, II, III, dan IV. Strategi kami bagaimana membuat supaya tol laut betul-betul jalan dan dengan efisien,” kata Luhut di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Selasa.

Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) Elvyn G. Masassya, dalam kesempatan terpisah, menuturkan bahwa integrasi dilakukan sebagai upaya melakukan efisiensi, meningkatkan produktivitas, serta mendorong daya saing pelabuhan-pelabuhan Indonesia.

Elvyn mengatakan bahwa koordinasi dan kerja sama tata kelola pelabuhan antara empat perusahaan pelabuhan Indonesia itu mencakup standarisasi operasional, pelabuhan, dan kerja sama di bidang lainnya sehingga pengelolaan pelabuhan memiliki tingkatan yang sama.

“Kami akan diskusikan lebih rinci lagi konsep yang kami usulkan, yaitu Indonesia integrated chain port, artinya pengelolaan pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri dan standarisasi tujuh pelabuhan utama di Indonesia,” jelasnya.

Ketujuh pelabuhan itu, yakni Kuala Tanjung, Tanjung Priok, Tanjung Mas, Tanjung Priok, Pontianak, Bitung, dan Sorong, akan dijadikan rantai pelabuhan atau “chain port” dalam konsep tersebut.

“Ini akan kami detailkan dan kami harap bisa diimplementasikan pada semester kedua 2017,” ujarnya.

Elvyn mengatakan bahwa Pelabuhan Tanjung Priok yang kini ditunjuk sebagai pelabuhan pengumpul (hub) akan menjadi pusat konsolidasi barang dari pelabuhan-pelabuhan lainnya sebelum dikirim ke luar negeri.

Menurut dia, konsep tersebut akan dapat menekan biaya logistik lantaran barang tidak perlu dikirimkan terlebih dahulu ke Singapura, tetapi dialihkan langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok sebelum dikirim ke negara tujuan.

“Misalnya, barang dari Palembang, kalau mau menuju Seoul kan melalui Singapura. Yang handling cost tadi itu di Singapura, sebesar itu. Konsep ini lebih hemat, jadi bisa melalui Jakarta, setelah kita hitung, lebih murah sekitar Rp1,5 juta per kontainer,” jelasnya.

Meski masih berupa konsep, Elvyn menekankan semangatnya adalah mendorong tata kelola pelabuhan Indonesia yang lebih baik dengan tujuh pelabuhan utama. Terkait dengan hal ini, Pelabuhan Tanjung Priok menjadi “hub international transshipment”.