Lebak (ANTARA News) – Buah manggis atau garcinia mangostana Kabupaten Lebak, Banten, sejak Desember 2014 sampai Maret 2015 menembus pasar Jepang sebanyak 600 ton karena permintaan pasar di negara itu cukup tinggi.

“Kita menerima laporan manggis Lebak yang dipasok ke negara sakura itu hasil pengembangan budidaya petani Desa Cidikit Kecamatan Bayah,” kata Kepala Bidang Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Yuntani saat dihubungi di Lebak, Rabu.

Menurut dia, kelebihan manggis Desa Cidikit Kecamatan Bayah tersebut karena rasanya asam tanpa getah bening dengan warna kulit ungu.

Selain itu juga buah cukup besar dan berat antara 120 hingga 150 gram per buah.

Masyarakat Jepang sangat menyukai manggis asal Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak tersebut.

Buah manggis Desa Cidikit Kecamatan Bayah dipasok ke Jepang melalui perusahaan ekportir dari Sukabumi, Jawa Barat.

Sedangkan, manggiis Kecamatan Cipanas dan Lebakgedong melalui ekportir dari Tasikmalaya.

“Kita memasok manggis ke luar negeri sebanyak 600 ton,” ujarnya menjelaskan.

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas dan produktivitas manggis guna memenuhi permintaan pasar mancanegara.

Selama ini, produksi manggis di Lebak relatif terbatas sehingga perlu adanya pengembangan tanaman hortikultura,terlebih menghadapi pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Untuk itu, pihaknya berharap semua kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak menjadikan sentra manggis.

Pengembangan komoditas manggis itu guna meningkatkan pendapatan ekonomi warga setempat.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2015