Tanjung Selor (ANTARA News) – Penjabat Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, Selasa, mengatakan seluruh elemen masyakat Kaltara memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Presiden RI Joko Widodo di bumi Kaltara.

“Sebab, kedatangan orang nomor satu di RI ini, memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kalimantan Utara,” lanjut Irianto, melalui siaran tertulis Humas Prov Kaltara di Tanjung Selor.

Pesan Pak Presiden adalah bagaimana penerapan kebijakan publik yang benar dan tepat di daerah, khususnya di tingkat Pemerintah Provinsi hingga Kabupaten/kota,” ungkapnya.

Mengenai penerapan kebijakan yang tepat, Irianto menjelaskan, meskipun dengan segala keterbatasan, Pemprov telah menerapkannya, diantaranya rekruitman CPNS, pejabat Eselon II, dan penyusunan anggaran yang sudah sangat transparan, serta kemampuan Provinsi Kaltara membuat perencanaan pembangunan meskipun masih mengalami keterbatasan aparatur pegawai.

Diharapkan kehadiran Presiden Jokowi mampu membangkitkan motivasi seluruh elemen masyarakat untuk semakin giat bekerja keras termasuk penyelenggara pemerintahan untuk semakin meningkatkan kinerja dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat.

Kehadiran Presiden RI Ir Joko Widodo di Kalimantan Utara dimanfaatkan untuk melakukan kunjungan kerja di beberapa lokasi yang berada di Kota Tarakan, Pulau Sebatik dan Nunukan.

Dalam blusukannya, Presiden RI bersama Ibu Negara Iriana didampingi Pj Gubernur Kaltara Irianto Lambrie bersama istri Rita Ratina, serta beberapa Menteri dari Kabinet Kerja.

Diakui Irianto, Presiden RI sangat gesit ketika berada di lapangan.

“Para anggota Paspampres dan Protokoler yang ikut dengan Presiden terkadang keteteran dengan kegesitan Presiden Jokowi,” ungkapnya.

“Presiden RI cakap memutuskan penanganan setelah melihat langsung kondisi di tengah-tengah masyarakat,” lanjut Irianto.

Presiden Jokowi telah memprioritaskan penanganan perbatasan, khususnya dalam ketersediaan infrastruktur demi menunjang kegiatan ekonomi masyarakat perbatasan, baik di Nunukan maupun Sebatik dan daerah perbatasan lainnya di Kalimantan Utara.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2014