Equityworld Futures – Salah satu masalah dasar yang harus dihadapi oleh investor saham adalah ketidakpastian prospek suatu perusahaan. Anda tidak akan pernah tahu secara pasti kinerja serta performa perusahaan di masa mendatang, apakah masih bagus atau memburuk bahkan bisa jadi perusahaan yang digadang-gadang akan memberikan keuntungan menjanjikan malah mengalami kebangkrutan.

Maka dari itu, apabila memutuskan untuk melakukan investasi di pasar saham, sebaiknya tidak menempatkan seluruh modal dana Anda di saham satu perusahaan saja. Coba dan perhatikan penjelasan berikut untuk mengetahui seluk beluk diversifikasi portofolio saham.

diversifikasi saham

1. Apa Itu Diversifikasi?

Diversifikasi secara alamiah memang menarik bagi sebagian investor. Analoginya, taruhan dengan menggunakan seluruh uang pada satu kuda saja dalam suatu pertandingan tampak lebih berisiko apabila menyebar taruhan tersebut pada empat kuda yang berbeda. Jadi menempatkan seluruh dana pada satu jenis usaha saja memiliki resiko tinggi.

Diversifikasi adalah sebuah teknik yang digunakan untuk mengurangi resiko dengan mengalokasikan antara beberapa instrumen finansial, industri dan kategori lainnya. Diversifikasi merupakan komponen sangat penting agar investor bisa memperoleh keuntungan atau profit jangka panjang yang menjanjikan ketika dapat meminimalkan resiko.

Ketika kita bicara tentang diversifikasi dalam sebuah portofolio saham, kita sedang mengacu pada upaya para investor dalam mengurangi paparan terhadap resiko. Upaya tersebut biasanya dilakukan dengan cara berinvestasi pada beberapa perusahaan di berbagai sektor, industri dan bahkan mancanegara.

2. Tujuan Diversifikasi Saham

Sebagian besar pakar investasi setuju bahwa meskipun diversifikasi tidak menjamin seorang investor akan terhindar dari kerugian, diversifikasi merupakan strategi yang cukup efektif untuk diaplikasikan dalam perencanaan investasi di saham jangka panjang Anda .

Misalnya Anda memiliki sebuah portofolio hanya pada saham suatu mode transpotasi misalnya Taksi. Apabila suatu hari diumumkan di depan publik bahwa sebagian besar sopir taksi tersebut akan melakukan mogok kerja dengan jangka waktu tidak pasti dan semua pendapatan mengalami penurunan. Akibatnya, harga saham bisa dipastikan merosot. Portofolio Anda harus dihadapkan dengan penurunan nilai.

Sebaliknya, jika Anda mampu menyeimbangkan saham industri transportasi darat tersebut dengan industri transportasi lain misalnya transportasi udara, saham dalam industri transportasi udara tidak akan terpengaruh dan tidak terganggu. Akan tetapi, diversifikasi lebih lanjut dalam saham transportasi akan beresiko lebih besar, mengingat kedua saham tersebut termasuk ke dalam sektor yang sama.

Oleh karena itu, untuk mencapai sebuah diversifikasi secara benar dan tepat, Anda bisa melakukan diversifikasi tidak hanya ke saham di perusahaan yang berbeda, tapi juga pada sektor berbeda. Jadi, semakin tidak berkorelasi saham-saham koleksi Anda, maka akan semakin baik.

Portofolio Saham

3. Diversifikasi Dan Risiko Investasi Saham

Karakter serta gaya hidup memainkan peranan penting dalam seberapa besar risiko yang bisa diambil. Apabila Anda sedang berinvestasi di saham dan memiliki gangguan tidur, kemungkinan Anda terlalu banyak
mengambil resiko dalam berinvestasi.

Risiko didefinisikan sebagai peluang terhadap adanya return investasi yang sebenarnya akan berbeda atau tidak sesuai dengan yang sudah diperkirakan sebelumnya. Hal ini juga termasuk kemungkinan untuk kehilangan beberapa atau seluruh modal dana investasi. Adapun dua jenis resiko yang harus dihadapi investor ketika berinvestasi saham:

Mengelola Risiko Investasi

– Risiko Sistematis

Risiko sitematis atau Systematic Risk juga dikenal sebagai resiko pasar yaitu resiko yang tidak bisa dicegah dengan melakukan diversifikasi dan tidak dapat dihindari karena harus diterima oleh investor. Risiko sistematis ini disebabkan oleh beberapa faktor ekonomi makro yang dapat memberikan dampak ke pasar secara keseluruhan yakni meliputi faktor tingkat suku bunga, tingkat inflasi, nilai tukar mata uang dan kondisi serta kestabilan politik.

– Risiko Non Sistematis 

Tipe kedua dalam resiko saham ini adalah resiko non sistematis atau Unsystematic Risk. Risiko tersebut merupakan resiko yang sifatnya lebih spesifik pada suatu perusahaan, industri atau perekonomian negara. Risiko Non Sistematis ini bisa dikurangi melalui diversifikasi saham.

 

4.Diversifikasi Saham Dalam Portofolio

Salah satu ahli ekonomi di Amerika Serikat, Harry Markowitz menuturkan, mengalokasikan dana investasi pada beberapa instrumen dapat menurunkan risiko investasi yang termasuk ke dalam risiko non sistematis, begitupun pada saat berinvestasi saham.

Meski dengan menyebar investasi ke bermacam-macam saham tidak lantas langsung bisa menghilangkan risiko non sistematis, namun langkah untuk diversifikasi portofolio saham dapat mengurangi kemunculan
tipe risiko tersebut. Agar performa di dalam portofolio investasi Anda tetap optimal maka sebagai investor, Anda tidak bisa sembarangan memilih saham. Ada beberapa rasio yang perlu diperhatikan dalam memilih saham.

5. Jumlah Saham Yang Sebaiknya Dimiliki

Hingga kini, jumlah saham yang sebaiknya dimiliki oleh investor agar bisa menurunkan resiko untuk memperoleh keuntungan menjanjikan masih diperdebatkan. Ada yang menyatakan sebaiknya investor memiliki paling tidak harus membeli 30 saham sampai dengan 40 saham dalam satu periode. Namun, apabila investor memiliki 30 hingga 40 saham juga akan membenani investor untuk melakukan kontrol terhadap portofolio sebanyak itu.

Memilih Saham

 

Beberapa pakar investasi saham berpendapat, investor bisa saja hanya membeli saham dari sebanyak maksimal 10 emiten saja. Dengan demikian, investor akan lebih mudah untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja portofolio sahamnya. Saham-saham dalam portofolio investor disarankan berasal dari sektor yang berbeda, sehingga pada saat satu sektor memiliki kinerja yang buruk atau mendapatkan sentimen negatif dari pasar, portofolio saham lain yang berbeda dari sektor tersebut masih bisa mengalami kenaikan harga.

Kesimpulan

Diversifikasi saham dapat membantu seorang investor untuk mengelola risiko dan mengurangi volatilitas pada pergerakan harga portofolio saham Anda. Tetap ingat bahwa tidak peduli seberapa bagus Anda melakukandiversifikasi, risiko tidak akan bisa dihilangkan sama sekali.

Anda bisa mengurangi risiko yang berhubungan dengan saham suatu perusahaan, tapi risiko di pasar secara umum dapat mempengaruhi tiap saham-saham tersebut. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk melakukan diversifikasi pada portofolio saham Anda serta memilih saham dengan pertimbangan dan langkah-langkah yang benar. – Equity world Futures